Senin, 20 Jul 2020 06:26 WIB

Ganjil Genap Masih Belum Berlaku Hari Ini

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kebijakan ganjil-genap masih diterapkan usai Asian Games. Namun, ada beberapa penyesuaian yang dilakukan. Sampai hari ini, ganjil genap di Jakarta belum diberlakukan. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas Polda Metro Jaya) belum menilang pelanggar ganjil genap di Jakarta. Hari ini, ganjil genap masih belum diberlakukan di jalanan Jakarta.

"(Ganjil genap) belum diberlakukan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (19/7/2020) kemarin.

Menurut Sambodo, jika ganjil genap diberlakukan, kemungkinan pemilik kendaraan pribadi yang tidak sesuai dengan tanggal akan pindah ke transportasi umum.

Pembatasan kendaraan bermotor pribadi dengan sistem ganjil genap memang tidak diberlakukan selama pandemi virus Corona (COVID-19). Hingga hari ini, Senin (20/7/2020), pengguna kendaraan pribadi di DKI Jakarta masih dibebaskan menggunakan kendaraan dengan pelat nomor ganjil maupun genap.

Ditlantas Polda Metro Jaya memang menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk pengaktifan kembali kebijakan ganjil genap. Namun hingga kini, belum ada keputusan untuk memberlakukan kembali pembatasan kendaraan dengan ganjil genap dari Pemprov DKI Jakarta.

Peniadaan kebijakan ganjil genap sejalan dengan usaha untuk menekan angka penularan virus Corona. Dikhawatirkan, jika ganjil genap kembali berlaku dan masyarakat menggunakan transportasi umum akan ada limpahan penumpang di dalam angkutan umum.

Kalau ada limpahan penumpang imbas kebijakan ganjil genap, dikhawatirkan akan ada penumpukan orang di angkutan massal. Jika ada penumpukan orang di angkutan massal, risikonya penularan virus di transportasi umum itu bakal tak terhindarkan.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo melaporkan ganjil genap belum mendesak. Ganjil genap belum diberlakukan agar tak terjadi penumpukan orang di angkutan massal.

Menurut perhitungan simulasi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, akan ada 566 ribu limpahan penumpang per jamnya akibat pembatasan ganjil genap. Sementara kapasitas angkutan massal seperti BRT, MRT, LRT dan commuter line dengan pembatasan physical distancing hanya 139.680 per jam.



Simak Video "Kapan Ganjil-Genap di Jakarta Kembali Berlaku?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com