Selasa, 14 Jul 2020 20:21 WIB

Saham Tesla Melonjak, Elon Musk Lompati Warren Buffett Jadi Orang Terkaya di Dunia

Luthfi Anshori - detikOto
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux) CEO Tesla Inc, Elon Musk. (AP)
Jakarta -

CEO Tesla Inc, Elon Musk, dilaporkan mengalami peningkatan kekayaan secara signifikan. Sekarang Elon Musk bahkan lebih kaya dari pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway, Warren Buffet.

Menurut Bloomberg Billionaire Index, kekayaan Musk naik USD 6,07 miliar (sekitar Rp 88,620 triliun) pada hari Jumat (10/7). Kekayaan Musk membengkak seturut melonjaknya nilai saham Tesla hingga 10,8 %.

Sementara kekayaan Buffet turun pada awal pekan ini, ketika miliuner yang dikenal dermawan ini menyumbangkan USD 2,9 miliar sahamnya di Berkshire Hathaway, untuk kegiatan amal.

Saham Tesla Inc terus naik hingga 500 % selama setahun terakhir karena produsen mobil listrik ini meningkatkan penjualan sedan Model 3-nya.

Penjualan sedan listrik termurah Tesla itu juga membuat Elon Musk mendapatkan kucuran uang sebanyak USD 1,8 miliar dalam dua bulan terakhir.

Pada 1 Juli saham Tesla naik 38 %, sehari sebelum perusahaan ini melaporkan angka pengiriman mobil tiga bulanan.

Naiknya saham Tesla di awal bulan Juli 2020 membuat pabrikan ini menjadi perusahaan otomotif paling bernilai mengalahkan Toyota. Nilai kapitalisasi Tesla pun meroket hingga USD 209,5 miliar, mengalahkan Toyota yang punya valuasi sebesar USD 202 miliar.

Ekspansi pasar Tesla pun akan semakin gencar ke depannya. Elon Musk berencana membangun pabrik Gigafactory Tesla kedua di kawasan Asia. Elon Musk juga memastikan, lokasinya berada di luar China.

Kabar tersebut dikabarkan Elon Musk melalui akun sosial media twitter pribadinya. Seseorang bertanya, "Apakah Tesla akan memperluas mega factories di kawasan Asia di luar China?" cuit akun bernama @spaceguy_24.

"Yeah, tapi sebelum itu kita harus bereskan Giga Berlin dan Giga kedua di wilayah Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan di wilayah Amerika Utara," jawab Elon Musk seperti dilihat detikcom, Rabu (8/7/2020).



Simak Video "Elon Musk 'Cuti' dari Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com