Rabu, 08 Jul 2020 08:12 WIB

Sepeda Konvensional Diburu, Sepeda Listrik Ikut Laris Manis

M Luthfi Andika - detikOto
Hari bebas kendaraan bermotor kembali digelar di Kota Bekasi. Warga pun antusias bersepeda di CFD yang sebelumnya dihentikan sementara guna cegah COVID-19. Sepeda banyak diburu, sepeda listrik ikut laris manis (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Sepeda semakin digemari masyarakat pada masa masa New Normal atau kebiasaan baru saat ini. Bahkan tidak hanya sepeda konvensional, sepeda listrik juga ikut nyayur atau semakin laris dipilih masyarakat untuk bisa beraktivitas.

Seperti yang disampaikan salah satu anggota komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik), Hendro kepada detikOto, Selasa (7/7/2020).

"Berdasarkan informasi dari rekan-rekan di komunitas sepeda/motor listrik Indonesia, sejauh ini sepeda listrik juga mengalami peningkatan. Utamanya adalah sepeda listrik yang masih berbentuk sepeda konvensional. Seperti SELIS SOI dan United Furion," kata Hendro.

Bahkan, lanjut Hendro, sepeda listrik yang notabene tidak memiliki diler di Indonesia seperti sepeda listrik Xiaomi juga ikut laris.

"Bahkan sepeda yg tidak ada dealer resmi pun juga banyak dicari seperti Xiaomi, Himo, dan Lankeleisi," katanya.

Meski demikian kembali detikOto ingatkan nih untuk seluruh detikers, yang ingin melakukan pembelian sepeda harus sesuai dengan kebutuhan ya, apalagi jika bersepeda merupakan kegiatan baru detikers. Seperti yang disampaikan Ketua Komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto kepada detikcom.

Berikut Tips Memilih Sepeda

1. Keperluan Bersepeda

Dijelaskan oleh Poetoet, persyaratan yang paling mendasar bagi pemula yang akan membeli sepeda adalah kegunaan sepeda tersebut. Untuk apa sepeda dipakai dan tujuannya untuk apa. Apakah sebagai mobilitas atau sepeda digunakan sebagai alat olahraga.

"Pada prinsipnya, sepeda dipakai pada dua aktivitas atau dua tujuan, apakah itu untuk sport atau untuk transportasi," ujar Poetoet kepada detikcom, Kamis (11/6/2020).

Poetoet mengatakan, jika kegunaan sepeda sebagai transportasi, semua jenis sepeda yang digunakan bisa saja.

"Untuk olahraga atau untuk mobilitas. Kalau untuk mobilitas, pada dasarnya semua jenis sepeda apapun bisa," kata Poetoet.

"Kalau untuk sport, nah ini harus dipilah lagi, olahraganya ini di level ringan, sedang, atau level berat," pungkasnya.

Road bike cyclist man cycling, athlete on a race cycleRoad bike cyclist man cycling, athlete on a race cycle Foto: Getty Images/iStockphoto

2. Rute jalanan yang dilewati

Poetoet mengatakan, rute jalanan yang dilewati dari rumah ke kantor menjadi hal yang penting untuk jadi bahan pertimbangan. Apakah rute jalan relatif baik atau lebih banyak tidaknya? Atau kondisi jalan banyak lubang.

"Kalo rute yang saya lewati itu tidak enak untuk bersepeda, kalo pakai sepeda balap. Tapi akan sangat enak kalau aku pakai sepedanya MTB (sepeda gunung). Tapi bukan berarti tidak bisa pake sepeda balap, bisa, tetapi tidak senyaman pakai sepeda MTB," kata Poetoet.

"Kalau misal rute yang dilewati bagus dan jalan menuju kantor bisa ditempuh. tapi terkadang ada meeting juga sesekali keluar. Maka sepeda yang bisa dipilih adalah sepeda lipat," tambahnya.

3. Siapa saja yang menggunakan

Selain kita pribadi, apakah ada orang lain yang menggunakan? Mungkin bisa anak kita, istri atau suami. Itu perlu menjadi pertimbangan.

Poetoet menyarankan, jika sepeda dipakai oleh banyak orang, sepeda lipat adalah pilihannya.

"Ini kan ibarat sepeda itu kayak pakaian, kalau kedodoran atau kesempitan itu kan kurang nyaman. Kalau dipakai sebentar mah gapapa tapi kalau dipakai puluhan kilometer sehari kan nggak enak," kata Poetoet.

4. Ukuran Sepeda

Untuk mendapatkan ukuran sepeda yang tepat, hal yang paling umum dilakukan adalah dengan mengacu pada tinggi badan seseorang. Artinya, ukuran sepeda yang digunakan oleh orang dengan postur yang kecil maka akan berbeda dengan mereka yang memiliki postur tubuh yang tinggi.

"Jadi memang sebaiknya harus sesuai ukuran tubuh kita tapi sekali lagi jangan dipusingkan dengan hal-hal seribet itu. Sebelum betul-betul sepeda menjadi bagian dari hidup supaya nanti tidak menyesal beli," kata Poetoet.



Simak Video "Canggih! Kakek di Bekasi Ciptakan Sepeda Listrik Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com