Senin, 06 Jul 2020 14:13 WIB

Bus Physical Distancing Made In Jawa Tengah Dibanderol Mulai Rp 550 Juta

M Luthfi Andika - detikOto
Physical Distancing di dalam bus Bus Physical Distancing Foto: Dok. Karoseri Laksana
Jakarta -

Kebiasaan baru atau New Normal membuat PO Bus cari cara agar tetap bertahan dan tetap beroperasi mengantar penumpang. Salah satunya dengan memperkenalkan bus jenis baru dengan desain interior bergaya Physical Distancing yang membuat penumpang satu dengan lainnya tetap menjaga jarak. Tapi berapa harga banderol bus Physical Distancing ini ya?

"Sama dengan harga bus normal, Karoseri Bus dari Rp 550-700 juta, tergantung dari option ya," kata juru bicara karoseri Laksana, Communication Manager CV Laksana, Candra Dewi kepada detikOto, Senin (6/7/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Candra Dewi juga menjelaskan alasan utama mengapa melahirkan bus prototipe Physical Distancing.

"Kami melihat kebutuhan customer kami, untuk bisa mengoptimalkan kapasitas bus dan menjadi solusi inovasi produk. Selain itu, kami sebelumnya juga pernah mengeluarkan produk kami seri Legacy SR2 Suites Class (yang konsepnya sudah ada sebelum masa pandemi) sudah menerapkan Physical Distancing," ujar Candra.

Physical Distancing di dalam busPhysical Distancing di dalam bus Foto: Dok. Karoseri Laksana

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, Bus Physical Distancing ini merupakan kerja sama yang dilakukan PO Bus Sumber Alam dengan pabrik karoseri Laksana.

"Iya, unit kami yang dijadikan prototype. Awalnya ya kepikiran mengenai kapasitas 50 persen yang bakal mematikan bisnis transport. Jadi saya mengusulkan konfigurasi seat 1-1-1 itu (bus Physical Distancing)," ucap Owner PO Bus Sumber Alam, Anthony Steven saat dihubungi detikOto.

"Lalu Laksana juga riset mengenai filtrasi udara dan disinfeksi unit. Maka ditambahkan HEPA filter dan sinar UV. Pokoke keren lah. Tapi ya nanti nunggu rilis dari mereka (Laksana) saja. Karena masih di-finishing lagi kayaknya," Anthony menambahkan.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Nihil Orderan, Pengusaha Bus Pariwisata Ancam Gelar Konvoi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com