Sabtu, 04 Jul 2020 08:50 WIB

Tesla Bantah Pecat Karyawan yang Masih WFH

Rizki Pratama - detikOto
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru. Pabrik Tesla di California. Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Pandemi virus Corona telah menyebabkan banyak perubahan di dunia otomotif. Dari segi industrinya beberapa bulan mobil-mobil baru sempat tak diproduksi karena larangan aktivitas di berbagai negara.

Hal ini juga diiringi dengan menurunnya permintaan di tengah perekonomian yang turut merosot. Melemahnya industri ini menyebabkan pabrikan melakukan penyesuaian dalam operasionalnya seperti mengurangi tenaga kerja.

Akan tetapi Tesla dikabarkan melakukan pemecatan terhadap karyawannya yang takut tertular virus Corona. Mereka menolak untuk mengakhiri masa work from home setelah Tesla mulai aktif kembali membuat mobil pada bulan Mei lalu.

Kebetulan pabrik Tesla yang terletak di California beroperasi sebelum berakhirnya masa lockdown di daerah tersebut. Tesla menempuh proses advokasi hingga akhirnya menang dan berhak memulai kembali produksinya.

Dengan demikian pekerjanya pun harus taat pada perusahaan yang menafkahinya untuk kembali ke kantor. Tesla memang menyatakan bahwa mengizinkan mereka yang masih takut untuk tetap di rumah, namun laporan terbaru dari Washington Post melansirkan bahwa mereka yang mengambil keputusan tersebut berujung dirumahkan selamanya.

Dalam lansiran itu disebutkan ada 3 orang yang di-PHK oleh Tesla. Alasannya adalah meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.

Tesla langsung cekatan dan mengeluarkan pernyataan terkait laporan tersebut. Tesla membantah semua laporan tersebut dan mengatakan bahwa tiga orang yang dikatakan dipecat masih bekerja dan digaji sesuai kontraknya.

"Laporan terbaru kami telah memecat karyawan karena kekhawatiran mereka terhadap kesehatan pada dasarnya tidak benar. Karyawan yang dikutip dalam berita baru-baru ini masih bekerja dengan Tesla," kata perusahaan milik Elon Musk tersebut.

"Tesla tidak hanya menawarkan karyawan untuk tetap di rumah, tetapi kami juga menghapus kebijakan absensi selama beberapa minggu setelah kami memiliki persetujuan untuk membuka kembali pabrik kami," lanjut pernyataan tersebut.



Simak Video "Imbas Pandemi Corona, LinkedIn PHK 6% Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com