Senin, 22 Jun 2020 17:18 WIB

Makin Lama Makin Banyak Mobil Terbuat dari Plastik Bekas

Rizki Pratama - detikOto
Pabrik perakitan mobil Chevrolet di Bekasi Perakitan mobil Chevrolet. Foto: Dok. General Motors Indonesia
Jakarta -

Produksi dan permintaan mobil di dunia terus mengalami peningkatan. Untuk mengakali permintaan ini produksi mobil pun membutuhkan bahan baku yang lebih banyak, akan tetapi sumber daya alam pembuatnya terbatas dan akan habis suatu saat nanti.

Proyeksi ini membuat sejumlah manufaktur untuk efisiensi dalam mengelola limbah. Langkah ini akan mendapatkan dua tujuan baik sekaligus, pertama untuk kelestarian lingkungan dan kedua untuk bisnis.

Pabrikan besar seperti General Motors salah satunya sudah mulai ketat melakukan daur ulang dalam beberapa tahun terakhir. General Motors bahkan mendirikan sebuah fasilitas khusus untuk menangani proses daur ulang plastik agar hasilnya dapat digunakan kembali dalam produksi kendaraan.

Proses produksi atau plastik daur ulang cukup sederhana. Hal pertama tentu plastik-plastik itu dikumpulkan sebelum nantinya masuk fase break-down atau shredding yang mengubah sampah plastik menjadi serpihan. Serpihan ini kemudian digunakan sebagai bahan dasar untuk berbagai produk.

Beberapa serpihan plastik daur ulang ini dibentuk menjadi benang dan dipintal untuk menjadi karpet. Bisa juga diolah menjadi lembaran yang kemudian dibentuk menjadi komponen seperti pelindung bagian bawah bodi mobil dan penutup pelek.

Fasilitas GM mendaur ulang botol air minum dan bekerjasama dengan 11 bisnis lainnya. Semua ini dilakukan melalui program Do Your Part, di mana plastik kemudian diubah menjadi komponen penyaringan udara dan insulasi peredam bising. GM telah memanfaatkan daur ulang plastik ini selangkah lebih maju dan juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka tunawisma memperoleh pemasukkan saat mengumpulkan limbah plastik.

"Tujuh botol digunakan di setiap insulasi kain yang menutupi mesin Chevrolet Equinox V6 2017 untuk meredam kebisingan, dan enam botol digunakan untuk membuat komponen penyaringan udara yang digunakan di 10 fasilitas GM. Kami mengumpulkan 11 bisnis yang membentuk jaringan pasokan. "Do Your Part" adalah contoh bagaimana kami dapat dan telah mempengaruhi rantai pasokan, tidak hanya bekerja secara langsung dengan Tier 1 kami, tetapi juga berkolaborasi dengan beberapa Tiers untuk mengintegrasikan plastik kami sebagai bahan baku untuk produk-produk tertentu," kata GM Global Manager for Sustainability, Bridget Burnell.

Selain GM, Ford juga ikut ambil bagian dalam melindungi lingkungan dari limbah plastik seiring menjaga pasokan materialnya. Sudah dimulai sejak tahun 90-an, setiap tahunnya Ford berhasil mengolah 1,2 miliar botol plastik bekas.

Ford dengan bangga mengumumkan bahwa rata-rata ada 250 botol plastik daur ulang digunakan dalam jajaran produknya. Semua plastik ini digunakan untuk membuat pelindung bagian bawah bodi mobil, penutup pelek, karpet dan bahan kedap suara. Tetapi beberapa model di jajaran Ford menggunakan botol plastik daur ulang.

Beberapa model lainnya bahkan menggunakan botol plastik bekas lebih banyak. Sebagai contoh ada Ford EcoSport di mana karpet mobilnya terbuat dari 400 lebih botol plastik daur ulang.

"Kami melakukannya karena itu masuk akal secara teknis dan ekonomis selagi itu baik bagi lingkungan. Bahan ini sangat cocok untuk bagian yang kami buat dengannya, dan sangat fungsional," kata Insinyur Desain Ford, Thomas Sweder.



Simak Video " Ford Mustang Mach-E, Si Gahar Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com