Senin, 08 Jun 2020 14:13 WIB

Sungai di Rusia Jadi Merah, Imbas Tumpahan Minyak Diesel 20 Ribu Ton

Ridwan Arifin - detikOto
Sungai berubah jadi warna merah Sungai berubah jadi warna merah Foto: Twitter @WWF_Belgie
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin menetapkan status darurat nasional akibat minyak diesel yang bocor ke sungai Ambarnaya, Rusia, di Lingkaran Arktik. Akibat tumpahan itu warna sungai berubah menjadi merah.

Dicuplik dari CNBC, Senin (8/6/2020) tumpahan terjadi pada 29 Mei ketika "produk minyak" bocor dari sebuah tangki di pabrik industri yang dioperasikan oleh anak perusahaan Norilsk Nickel, sebuah produsen paladium terbesar di dunia dan salah satu produsen nikel, platinum, dan tembaga terbesar.

"Kecelakaan itu terjadi di lokasi industri Pabrik Metalurgi Nadezhdinski, dan bagian dari petrokimia yang tumpah, jumlahnya besar sebenarnya, meresap ke Sungai Ambarnaya," kata Putin ketika ia membahas insiden itu dengan pejabat.

Lebih lanjut dalam laporan Reuters, Putin juga terkejut lantaran para pejabat wewenang baru mengetahuinya dari media sosial setelah dua hari terjadinya kebocoran.



Dia mempertanyakan langkah-langkah yang diambil untuk membersihkan kebocoran bahan bakar yang terjadi di dekat kota Norilsk di wilayah Krasnoyarsk, di dalam Lingkaran Arktik.

"Apa yang harus kita pelajari tentang situasi darurat dari jejaring sosial? Apakah Anda sehat secara bijaksana di sana?" kata Putin.

Norilsk Nickel mengatakan di situs webnya bahwa "kecelakaan itu disebabkan oleh tenggelamnya tiang-tiang pendukung di ruang bawah tanah tangki penyimpanan" dan bahwa tim darurat "segera tiba ke lokasi untuk mulai membersihkan pekerjaan." Dikatakan bahwa tumpahan itu terjadi di daerah terpencil dan tidak ada masyarakat setempat yang terkena dampak.

"Situasi darurat regional telah dinyatakan di kota wilayah Norilsk dan Taymir. Sebuah tim tanggap darurat telah dibentuk dipimpin oleh walikota Norilsk," kata perusahaan itu.

"Secara total, Norilsk Nickel telah memobilisasi 250 personel dan 72 item peralatan untuk menyelesaikan likuidasi. Pada 3 Juni, total 262 ton bahan bakar diesel telah dikumpulkan di dekat HHP-3 (pembangkit listrik), total 800 meter kubik tanah yang terkontaminasi telah dihilangkan dan sekitar 80 ton bahan bakar telah dikumpulkan dari tumpahan ke sungai Ambarnaya," kata perusahaan.



Simak Video "20.000 Ton Diesel Cemari Lingkungan, Putin Murka ke Gubernurnya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com