Atasi Krisis Akibat Corona, Malaysia Bebaskan Pajak Penjualan Mobil

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 08 Jun 2020 07:50 WIB
Mobil di Malaysia
Mobil di Malaysia.Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta -

Pemerintah Malaysia mengeluarkan sejumlah stimulus demi membantu industri otomotif bangkit dari krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, akan membebaskan pajak penjualan untuk merangsang penjualan mobil baru di negeri jiran.

Dikutip dari Paultan, stimulus yang dimaksud adalah pembebasan pajak penjualan 100% untuk model yang dirakit secara lokal (CKD) dan 50% untuk model yang diimpor secara utuh (CBU), dari tanggal 15 Juni hingga 31 Desember 2020.

"Insentif ini akan menggalakkan pertumbuhan industri otomotif di Malaysia," kata Muhyiddin, dalam konferensi pers membahas pemulihan ekonomi jangka pendek, belum lama ini.

Industri Malaysia cukup terpukul dengan terjadinya wabah virus Corona. Pada April 2020 lalu, penjualan mobil di Malaysia turun sekitar 99,3%, dengan penjualan 141 unit mobil berbanding 22.478 unit mobil pada Maret 2020.

Lalu dengan adanya insentif pembebasan pajak penjualan, apakah lantas akan menekan harga mobil dan mendongkrak penjualan mobil di Malaysia? Hal itu belum bisa dipastikan.

Dengan adanya pembebasan pajak penjualan, harga mobil penumpang CKD di Malaysia bisa lebih murah 10% dan untuk mobil penumpang CBU bisa lebih murah 5%. Namun penurunan itu dianggap kurang signifikan, sebab untuk tarif bea dan cukai belum dibebaskan atau dikurangi sama sekali.



Simak Video "Penjualan Mobil Gaspol Terus, Ini Merek Terlaris di Oktober"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)