Rabu, 20 Mei 2020 17:26 WIB

Tak Seburuk Indonesia, Penjualan Mobil Thailand 'Cuma' Anjlok 65%

Luthfi Anshori - detikOto
Isuzu memiliki 2 pabrik besar di Thailand. Pabrik ini memproduksi mobil D-Max dan MU-X. Pabrik Isuzu di Thailand.(Foto: Isuzu)
Jakarta -

Industri otomotif Thailand terpukul pandemi virus Corona. Sepanjang April 2020, penjualan mobil di Thailand turun hingga 65%. Namun catatan itu lebih baik dibandingkan penjualan mobil di Indonesia yang anjlok sekitar 90% (Year on Year) pada bulan keempat tahun ini.

Federasi Industri Thailand (FIT) telah merilis data penjualan mobil bulan April 2020. Menurut laporan dari Bangkok Post penjualan mobil di Thailand turun 65,02% (Year on Year) pada April atau hanya mampu mendistribusikan 30.109 unit.

Melihat kinerja pada bulan lalu, artinya penjualan mobil di dalam negeri Thailand telah mengalami penurunan selama 11 berturut-turut, setelah lebih dari dua tahun mengalami pertumbuhan. Pada bulan Maret, efek COVID-19 mulai terasa dengan penjualan yang turun 41,74% (Year on Year).

Pada tahun 2019, penjualan mobil baru di Thailand mencatatkan performa negatif dengan turun 3,3% menjadi satu juta unit. Penurunan penjualan di tahun 2019 adalah yang pertama kali terjadi dalam tiga tahun.

Pada bulan April 2020, FIT mengatakan bahwa produksi mobil Thailand diperkirakan akan turun 37% menjadi 1,33 juta unit tahun ini. Penurunannya bisa memburuk menjadi 50% (menjadi satu juta unit) jika krisis COVID-19 baru berakhir bulan Juni 2020.

Perkiraan produksi 1,33 juta unit mobil baru meliputi 665.000 unit untuk pasar ekspor dan sekitar 665.000 unit untuk konsumsi domestik. Sebelumnya FIT memproyeksikan produksi mobil Thailand tahun 2020 bisa menembus angka 2 juta unit.



Simak Video "Thailand Memanas, Massa Serang Markas Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com