Selasa, 19 Mei 2020 11:25 WIB

Crazy Rich Inggris Habiskan Rp 9 Triliun Buat Mobil Listrik, Tapi Batal

Ridwan Arifin - detikOto
James Dyon James Dyon batal bikin mobil listrik Foto: Sunday Times
Jakarta -

James Dyson, crazy rich dari Inggris sudah menghabiskan dana 500 juta pounds atau sekitar Rp 9 triliun untuk membuat mobil listrik yang awalnya diklaim bisa menyaingi Tesla. Tapi proyek itu batal di tengah jalan.

Mengutip The Verge, Selasa (19/5/2020) Dyson membatalkan proyek mobil listriknya lantaran belum menemukan formula yang pas untuk bisa dikomersialkan.

"Ada kesedihan dan kekecewaan yang besar. Kami mencoba beberapa hal dan terus gagal. Hidup ini tidak mudah," ujarnya seperti dikutip dari Sunday Times.

Sebelumnya, Dyson merencanakan bakal fokus ke pengembangan mobil listrik bergaya SUV. Proyek dimulai pada tahun 2017, mulanya ada 600 orang bekerja di awal.

2018, Dyson berencana untuk membuat pabrik di Singapura untuk membangun mobil listrik, pun sekaligus memproduksi baterai. Tetapi pada Oktober 2019 lalu usai menghabiskan dana sebesar RP 9 triliun dia membatalkan proyeknya tersebut.

Dia mengatakan kepada staf dalam email "meskipun kami telah berusaha sangat keras selama proses pengembangan kami tidak bisa lagi melihat cara untuk membuatnya layak secara komersial," kata James Dyson.

Dyson mengklaim bahwa SUV listrik tujuh tempat duduk perusahaannya memiliki jangkauan 965 km (600 mil) dengan bekal baterai 200 kWh. Angka-angka itu mengesankan ketika membandingkan dengan mobil perusahaan Elon Musk, Tesla Model S dapat mencapai 610 km (379 mil) dan Model X dapat mencapai 505 km (314 mil) dengan sekali pengisian daya.

Mobil proyek Dyson memiliki bobot 2.6 tons dan memiliki kecepatan maksimal 125 mph (200 kmh), dan bisa melaju dari nol hingga 100 kmpj hanya dalam 4,8 detik.

Dyson mengungkapkan alasan di balik pembatalan proyek adalah biaya yang sangat besar untuk membangunnya dan kurangnya menguntungkan.

Dia mengatakan bagaimana dia meniup lebih dari Rp 9 triliun dari uangnya sendiri untuk mendanai proyek tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa untuk mendapat untung dia perlu menjual masing-masing SUV listrik ini dengan harga tidak kurang dari 150.000 pound (sekitar Rp 2,7 miliar).



Simak Video "Ahmad Sahroni dan Bamsoet Pimpin Klub Mobil Listrik Pertama di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com