Senin, 18 Mei 2020 12:16 WIB

Corona Lama di RI, Porsi Ekspor Mobil Bisa Diserobot Thailand dan Vietnam

Luthfi Anshori - detikOto
Ratusan mobil merk Toyota yang siap di ekspor berada di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok,  Jakarta Utara, Rabu (5/9). Toyota Indonesia mencatat telah mengekspor total 1,38 juta unit kendaraan completely built up (CBU)‎ sejak mulai pengapalan Kijang generasi ketiga pada Agustus 1987 hingga Juli 2018. Ekspor mobil Toyota.(Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pandemi virus Corona di Indonesia diprediksi baru berakhir pada Oktober mendatang. Melihat situasi itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun khawatir porsi ekspor mobil Indonesia diambil alih Thailand dan Vietnam yang lebih dulu berhasil mengendalikan virus tersebut.

"Kita harus melihat secara keseluruhan Indonesia ini bersaing dengan Thailand untuk ekspor mobil. Dengan kondisi otomotif di Indonesia sekarang ini susah dalam arti kata tidak bisa memproduksi. Maka porsi ekspornya (bisa) diambil oleh negara-negara lain," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, dalam diskusi virtual, yang diselenggarakan MarkPlus, belum lama ini.

Menurut Nangoi, industri otomotif Thailand saat ini siap bangkit dari Corona. Kasus positif Corona di negeri Gajah Putih itu sudah menunjukkan angka 0 dan kebijakan penguncian (lockdown) sudah mulai dilonggarkan.

Selain Thailand, Vietnam juga berpotensi mengambil porsi ekspor mobil Indonesia. Vietnam mengklaim sudah bebas dari virus Corona, dan hanya mencatat 288 kasus positif Corona dengan 0 angka kematian. Dengan kondisi seperti itu, roda industri otomotif Vietnam bisa bergerak lagi.

"Kondisi Thailand lebih baik dari Indonesia. Kita juga harus melihat Vietnam sangat ready dan COVID-19 mereka hampir selesai. Kami mengkhawatirkan export portion (Indonesia) akan diambil oleh negara-negara yang pulih dari COVID," lanjut Nangoi.

Nangoi memprediksi ekspor mobil Indonesia tahun 2020 akan mengalami penurunan sekitar 50%. Dengan adanya pandemi virus Corona, target ekspor awal 350 ribu-450 ribu mobil, direvisi menjadi 175 ribu unit, atau setinggi-tingginya 200 ribu unit.

"Dalam hal ini kita akan bekerja keras dengan pemerintah, untuk memberikan stimulus, sehingga pada saat nanti setelah COVID di Indonesia berakhir kita bisa terus menumbuhkan industri otomotif Indonesia," ujar Nangoi.

Ada 3 stimulus yang diajukan Gaikindo kepada Kementerian Perindustrian, yakni meliputi relaksasi pajak, kemudahan proses importasi, hingga optimalisasi kapasitas produksi yang sudah tersedia.



Simak Video "Update Positif Covid-19 RI Per 9 Agustus: 125.396 Positif, 80.952 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com