Cara Bikin dan Perpanjang SIM di Tengah Pandemi, Gampang Tanpa Calo

Rizki Pratama - detikOto
Sabtu, 09 Mei 2020 13:52 WIB
Social distancing di kantor pelayanan SIM Daan Mogot
Foto: Social distancing di kantor pelayanan SIM Daan Mogot (dok.Ditlantas Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Polri tetap membuka loket pelayanan SIM di tengah pandemi virus Corona. Begini cara mengurus pembuatan dan perpanjangan SIM dalam kondisi darurat corona.

Sebagai negara hukum, berkendara tentu tetap memiliki syarat dan aturan seperti kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sah dan masih berlaku. Bagi yang perlu membuat SIM atau melakukan perpanjangan masa berlaku tetap akan dilayani di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas).

Pelayanan ini tentu tidak seperti hari biasa sebelum pandemi virus Corona menyelimuti dunia. Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin Hanggara memaparkan ada prosedur kesehatan yang harus dilewati saat memasuki Satpas dan selama proses pengurusan SIM.

"Menggunakan masker, pada saat tiba di Satpas diwajibkan mencuci tangan, mematuhi physical distancing, melalukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki satpas," jelas Kompol Hedwin saat dihubungi detikcom melalui pesan singkat, Jumat (8/5/2020).

Selebihnya Kompol Hedwin menegaskan tidak ada prosedur teknis pengurusan SIM yang mengalami perubahan, hanya penambahan standar kebersihan dan menambah jarak antara tubuh. Untuk mencuci tangan juga sudah disediakan keran-keran air yang bisa digunakan oleh semua orang.

"Tempat cuci tangan sudah ada, prosedur pembuatan SIM tidak mengalami perubahan," tegasnya.

Proses pembuatan SIM seperti biasa perlu diingat ada syarat yang harus dipenuhi seperti batas umur sesuai jenis SIM dan syarat administrasi. Syarat administrasi cukup mudah yaitu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing.

Diperlukan juga lampiran dalam pengajuan golongan SIM umum baru, yakni sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi, atau Surat Izin Kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia. Kesehatan jasmani dan rohani juga menjadi salah satu syarat pengajuan atau perpanjangan SIM. Surat ini biasanya dapat dibuat di klinik kepolisian, atau di pusat pelayanan kesehatan yang merupakan keterangan dari dokter.

Setelah persyaratan sudah disiapkan, selanjutnya adalah mengambil formulir permohonan pembuatan SIM dan bayar sesuai dengan tarif yang telah ditentukan.

[Lanjut Halaman Berikutnya]

Selanjutnya
Halaman
1 2