Rabu, 06 Mei 2020 17:48 WIB

Transportasi ke Luar Daerah Dibuka, Corona Dikhawatirkan Lebih Menyebar

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Suasana Terminal Bus Ir Soekarno Klaten, Minggu (5/4/2020) siang Dimungkinkan semua moda angkutan termasuk bus kembali beroperasi. Foto: Acmad Syauqi/detikcom
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengisyaratkan bakal mengizinkan kembali transportasi penumpang ke luar daerah. Menurutnya, dimungkinkan semua moda angkutan termasuk bus kembali beroperasi dengan catatan harus menaati protokol kesehatan.

Budi Karya menegaskan, masyarakat yang boleh berpergian keluar daerah hanya untuk penugasan pekerjaan, kegiatan bisnis, dan logistik.

Namun, Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas, mengkhawatirkan kebijakan membuka transportasi ke luar daerah bakal membuat virus Corona makin menyebar.

"Kalau kita lihat datanya sekarang lebih dari 300 kabupaten/kota yang terinfeksi warganya. Itu khawatir saya kalau kebijakan ini dibuka lagi, itu akan semakin memperluas penyebaran virus Corona. Artinya secara ekonomi dampaknya lebih besar daripada menyetop untuk sementara waktu. Dampaknya lebih parah dan tidak diketahui kapan akan berakhir. Itu yang menurut saya harus dipikirkan oleh kementerian," kata Tyas kepada detikOto, Rabu (6/5/2020).

Tyas juga menyebut, truk logistik yang saat ini dibolehkan beredar saja dikhawatirkan sopir dan keneknya bisa menularkan virus Corona. Kata dia, awak angkutan logistik punya potensi menularkan virus Corona kalau tidak dilakukan kontrol secara ketat.

Karenanya, ia menyarankan agar pemerintah menyediakan fasilitas rapid test virus Corona terhadap sopir dan kenek angkutan logistik secara gratis.

Apalagi untuk angkutan penumpang. Tyas menyebut, transportasi penumpang memungkinkan menjadi 'pembawa' virus Corona ke daerah-daerah.

"Sekarang siapa yang mau melakukan kontrol terhadap perjalanan orang-orang itu. Kalau itu dilakukan di pul-pul bus apakah pul-pul bus atau terminal memiliki alat (rapid test virus Corona) untuk mendeteksi calon penumpangnya. Juga di tempat tujuan. Oke mungkin pas berangkat nggak kena, tapi di jalan mungkin entah prosesnya gimana kena. Nanti di daerah tujuan ada alat (rapid test virus Corona) yang bisa mendeteksi nggak. Kalau nggak dia akan menyebar ke daerah-daerah itu," katanya.



Simak Video "Satgas Ungkap Efek Libur Panjang Terhadap Kasus Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com