Rabu, 06 Mei 2020 16:59 WIB

Menhub Izinkan Moda Transportasi Beroperasi, Siap-siap Pemudik Colongan Makin Banyak

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Penumpang menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Kementerian Perhubungan mengimbau agar warga membatalkan niatnya pulang kampung, untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc. Transportasi ke luar daerah dimungkinkan beroperasi kembali. Pemudik colongan dipreidiksi akan makin banyak (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bakal mengizinkan kembali transportasi yang mengangkut penumpang ke luar daerah.

Hal itu diungkapkan Budi Karya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Rabu (6/5). Pembukaan moda transportasi untuk perjalanan ke luar kota ini akan berlaku Kamis (7/5) besok.

Padahal, beberapa pekan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan larangan mudik. Pelarangan itu membuat semua moda angkutan pemudik seperti bus dilarang beroperasi.

Kembali ke Budi Karya, dia menjelaskan semua moda angkutan termasuk bus kembali beroperasi dengan catatan harus menaati protokol kesehatan. Masyarakat yang boleh berpergian keluar daerah hanya untuk penugasan pekerjaan, kegiatan bisnis, dan logistik.

Namun, menurut Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi Darmaningtyas, ini bisa menjadi celah untuk pemudik. Menurutnya, ada potensi pemudik yang memanfaatkan layanan transportasi tersebut.

"Nah sekarang kalau misalkan layanan transportasi jarak jauh diizinkan gimana bisa mengontrol larangan mudik itu. Berarti itu kan sama saja melanggar larangannya Presiden," kata Tyas kepada detikOto, Rabu (6/5/2020).

Terlebih, akhir-akhir ini banyak berita soal penyelundupan pemudik dengan berbagai cara. Hal itu saja banyak pemudik yang lolos dari penyekatan bahkan ada yang sampai ke kampung halaman.

"Kalau kita baca-baca berita kan banyak sekali truk yang dipakai untuk menyelundupkan penumpang. Jadi di negara yang penuh 'akal maling' apa pun bisa disiasati untuk melakukan penipuan," sebut Tyas.

"Menurut saya jelas (membuka peluang pemudik colongan), kalau kita mengacu pada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Jadi itu sangat membuka peluang untuk terjadinya penyelundupan manusia untuk mudik," tambahnya.



Terkait perizinan moda transportasi untuk kembali beroperasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengeluarkan edaran mengenai kriteria pembatasan perjalanan orang.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, mengatakan kriteria orang tersebut dari TNI dan Polri, pegawai BUMN, ASN, lembaga usaha, yang semuanya berkaitan dengan penanganan COVID-19, dan sejumlah kriteria masyarakat lainnya.

Termasuk masyarakat yang mengalami musibah dan kemalangan seperti meningga; dan ada keluarga yang sakit keras. "Demikian juga repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI, pelajar dan mahasiswa yang akan kembali ke tanah air," terang Doni.



Simak Video "Tepergok Naik Travel Gelap, 10 Pemudik Dibawa Kembali ke Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com