Senin, 04 Mei 2020 13:32 WIB

Paris dan Milan Berencana Larang Mobil Masuk Kota Saat Corona Usai

Doni Wahyudi - detikOto
Eiffel Tower or Tour Eiffel aerial view, is a wrought iron lattice tower on the Champ de Mars in Paris, France Paris berencana melarang mobil masuk kota saat lockdown dhentikan (Istock)
Jakarta -

Beberapa kota di belahan dunia mulai punya rencana menghentikan lockdown dan perlahan mengembalikan aktivitas semula. Terkait itu, Paris dan Milan punya rencana melarang mobil masuk kota.

Prancis dijadwalkan akan menyudahi lockdown akibat virus Corona pada 11 Mei. Penurunan jumlah kasus baru membuat beberapa pihak sudah sangat menantikan penghentian lockdown tersebut.

Butuh waktu buat Kota Paris mengembalikan kondisi semula. Tapi situasi kota cantik itu mungkin tidak akan benar-benar kembali seperti sedia kala. Ada wacana untuk melarang mobil masuk kota.



Dikutip dari Citylab, Kota Paris berencana menambah beragam fasilitas untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda. Saat lockdown dihentikan, social distancing dipastikan masih akan diterapkan. Karena itu jalanan akan dimaksimalkan untuk pengguna non-kendaraan.

Alasan lainnya, polusi udara yang tinggi dketahui punya pengaruh dalam penyebaran virus corona. Penelitian di Harvard sudah menunjukkan penambahan partikel polusi satu mikrogram per kubik meter bisa menambah angka kematian penderita corona hingga 15%.

"Itu akan membuat krisis kesehatan bertambah buruk. Polusi sendri sudah merupakan krisis kesehatan dan berbahaya. Polusi bergabung dengan corona adalah kombinasi yang berbahaya. Jadi tidak diragukan lagi, datang ke kota (Paris) menggunakan mobil merupakan sebuah solusi, malah itu bisa memperburuk keadaan," kata walikota Paris, Anne Hidalgo.


Wacana serupa sempat juga diutarakan oleh Milan. Kota mode di Italia itu rencananya akan melarang mobil berada dalam radius 35 km dari pusat kota.

Kabarnya beberapa kota lain di seluruh dunia akan mencoba menerapkan kebijakan yang sama. Di antaranya adalah New York dan Bogota.



Simak Video "Kasus Corona Melejit, Yunani Lockdown Nasional Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(din/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com