Senin, 27 Apr 2020 08:08 WIB

Terpopuler: Mudik Didenda Rp 100 Juta, Trik Bus Mengantar Pemudik

Tim detikcom - detikOto
1
Halaman 1 dari 6
Rekayasa lalu lintas diterapkan di akses keluar Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan. Rekayasa lalu lintas ini untuk mencegah penumpukan kendaraan. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Masyarakat diminta untuk tidak mudik Idulfitri tahun ini di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan larangan mudik pada pekan lalu.

Efektif mulai Jumat (24/4/2020) lalu, perantau dilarang mudik. Petugas telah melakukan penyekatan terhadap pemudik. Jika ada kendaraan pribadi maupun angkutan penumpang yang melewati pos penyekatan, maka akan diminta putar balik.

Ancaman sanksinya menurut undang-undang kekarantinaan memang ada denda hingga Rp 100 juta. Namun, untuk saat ini denda tersebut belum berlaku.

Berita soal mudik didenda Rp 100 juta menjadi berita populer akhir pekan kemarin. Selain itu, ada beberapa berita populer lain seperti trik bus mengantar pemudik, pemotor tanpa masker yang digelandang ke ambulans berisi pasien Corona, WC berjalan di iring-iringan Kim Jong Un, sampai harga BBM di Malaysia. Berikut ulasannya.

(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com