Senin, 20 Apr 2020 10:28 WIB

PSBB Hari ke-11, AirVisual: Udara Jakarta Masuk 5 Kota Tidak Sehat di Dunia

Ridwan Arifin - detikOto
Foto udara lalu lintas kendaraan menuju Jakarta di tol slipi, Jakarta, Jumat (10/4/2020). Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai berlaku Jumat (10/4) hingga 14 hari kedepan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras. Ilustrasi kota Jakarta saat PSBB Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Memasuki hari ke-11 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Jakarta menempati posisi ke-4 kota dengan udara tidak sehat di dunia pagi ini. Tingkat polusi udara Jakarta berada di bawah Delhi (India), Chiang Mai (Thailand), dan Lahore (Pakistan).

Data dari Airvisual, Senin (20/4/2020), pukul 08.00 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 161 atau kategori tidak sehat. Namun, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Dimutakhirkan pada pukul 09.00 WIB, AQI Jakarta turun berada di angka 152, namun masih dalam kategori tidak sehat. Masih dalam data yang sama, tingkat polusi Jakarta pagi ini berada di posisi ke-4 di dunia.

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM2.5 di Jakarta berada di angka 75,3 µg/m³ pada 08.00 WIB, sedangkan pada pukul 09.00 WIB, turun menjadi 58 µg/m³. Data itu diperoleh dari alat pemantau udara Airvisual yang ada di Kedutaan Amerika Serikat, Pegadungan, Kemayoran, Pejanten Barat, Rawamangun, dan Mangga Dua.

AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Data AirVisual Jakarta 09.00 WIB, Senin (20/4/2020).Data AirVisual Jakarta 09.00 WIB, Senin (20/4/2020). Foto: Ridwan Arifin

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Sumber polusi bisa berasal dari pembakaran yang dihasilkan dari pembangkit listrik, limbah pembakaran, emisi kendaraan bermotor, dan proses industri yang melibatkan reaksi kimia antara gas.

Berikut pantauan langsung dari data yang disajikan AirVisual sejumlah titik di Jakarta yang kualitas udaranya pagi ini tidak sehat,

Untuk pantauan dari sejumlah titik di Jakarta yang kualitas udaranya berstatus sedang perinciannya antara lain:

-Kopi Korner, Kemang 184 AQI US.

-Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru 162 AQI US.

- Widya Chandra 199 AQI US.

- Kemayoran, 172 AQI US

- Pejaten Barat 160 AQI US

- Kopi Korener Kemang 155 AQI US

- AHP - Capital Place 153 AQI US

- RespoKare Mask-Wisma 76 153 AQI US

- US Embassy, Jakarta Selatan 141 AQI US

- KLHK-GBK Jakarta 122 AQI US

- Puretrex - Green Garden 118 AQI US



Simak Video "Bioskop di Jakarta Batal Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com