Senin, 13 Apr 2020 14:40 WIB

PSBB Hari ke-4, Airvisual: Kualitas Udara Jakarta Kategori Sedang

Ridwan Arifin - detikOto
Foto udara suasana gedung bertingkat di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Memasuki minggu ketiga imbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH), kualitas udara di Jakarta terus membaik seiring dengan minimnya aktivitas di Ibu Kota. Berdasarkan data dari situs pemantauan udara AirVisual.com pada Kamis 3 April pada pukul 12.00 WIB, Jakarta tercatat sebagai kota dengan indeks kualitas udara di angka 55 atau masuk dalam kategori sedang. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras. Kualitas udara Jakarta Membaik Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Jakarta memasuki hari ke-4 Pembatasan Sosial Berskala Besar berdampak dengan kualitas udara. Tingkat polusi di Jakarta menduduki peringkat 19 dunia, sementara pemuncak polusi udara siang ini diisi oleh Shenyang, China dan Delhi, India.

Berdasarkan data dari AirVisual, Senin (13/4/2020), pukul 13.00 WIB, Air Quality Indeks (AQI) Jakarta berada di 92 atau kategori sedang. Sedang kota paling berpolusi Shenyang 179 dan Delhi 157. Namun, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Kualitas udara Jakarta saat PSBBKualitas udara Jakarta saat PSBB Foto: Ridwan Arifin

AQI merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Kualitas udara Jakarta saat PSBBKualitas udara Jakarta saat PSBB Foto: Ridwan Arifin

Berdasarkan data Airvisual, kandungan PM 2,5 di Jakarta berada di angka 34,4 pg/m3. Data itu diperoleh dari alat pemantau udara Airvisual yang ada di kedutaan Amerika Serikat, Pegadungan, Kemayoran, Pejaten Barat, Rawamangun, dan Mangga Dua.

AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Pemprov DKI Jakarta sudah berlakukan social distancing dan memulai penerapan PSBB sejak Jumat (10/4) lalu. Beberapa aktivitas warga pun terbatas, hal ini secara tidak langsung turut mempengaruhi kualitas udara.



Simak Video "Awas! Mobil Ber-AC Belum Tentu Aman dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com