Selasa, 07 Apr 2020 16:16 WIB

Aston Martin Sekarat karena Corona

Rizki Pratama - detikOto
SUV Aston Martin DBX Aston Martin merana karena corona Foto: Dok. Aston Martin
Jakarta -

Sektor industri otomotif menjadi salah satu korban keganasan pandemi corona saat ini. Beberapa merek mulai mencari 'pelampung' sebelum bisnis mereka tenggelam karena situasi krisis ini.

Salah satu merek yang sedang berada dalam kondisi terdesak saat ini adalah Aston Martin. Sebelum corona melanda, Aston Martin sudah mengalami kesulitan keuangan yang mana akhirnya mendapatkan suntikan dana dari miliarder Kanada, Lawrence Stroll.

Namun, suntikan dana Stroll tak cukup untuk bertahan di situasi ini. Menurut aturan otoritas sekuritas dan pasar Eropa, Aston Martin tampaknya tak memiliki kondisi finansial yang cukup untuk operasionalnya bahkan setelah Stroll menyuntikkan dana sebesar USD 658 miliar pada merek Inggris tersebut.

"Dengan mempertimbangkan hasil dari peningkatan modal, perusahaan sepertinya tidak memiliki modal kerja yang cukup selama 12 bulan," ujar pernyataan dari Aston Martin.

Saat ini saham Aston Martin bahkan turun sampai 9,3 persen. Jika ditambahkan dengan penurunan sejak saham perusahaan dibuka ke publik pada tahun 2018, saham Aston Martin sudah merosot sebesar 89 persen.

Seharusnya dengan investasi Stroll kondisi Aston Martin dapat membaik. Namun, pandemi corona saat ini menutup harapan Aston Martin kembali bangkit.

Tadinya dana segar dari Stroll akan digunakan untuk menstabilkan keuangan dan mengatur ulang bisnisnya untuk jangka panjang. Investasi ini tentu juga akan digunakan untuk produksi mobil andalan baru, yakni SUV Aston Martin DBX.



Simak Video "Rumah Sakit di Israel Overload Pasien Corona!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com