Jumat, 03 Apr 2020 15:15 WIB

Ngos-ngosan Gaji Karyawan dan Hindari Bangkrut, Sekolah Mengemudi Terpaksa Gadai BPKB

M Luthfi Andika - detikOto
Sekolah Mengemudi Ilustrasi sekolah mengemudi yang kini hidupnya sulit di tengah pandemi corona (Luthfi Anshori/detikOto)
Jakarta -

Pandemi virus corona benar-benar membuat pengusaha pusing tujuh keliling. Selain pemasukan yang sangat minim, kewajiban untuk tetap membayar gaji karyawan menjadi polemik tersendiri. Meski demikian para pengusaha tidak kehilangan akal, untuk bisa bertahan dari situasi saat ini.

Seperti sekolah mengemudi Ar-Rahman yang rela menggadaikan surat kendaraan mereka, agar bisa tetap menggaji para karyawannya. Hal ini langsung disampaikan Direktur Operasional Sekolah mengemudi Ar-rahman, Rizki Hardiansyah kepada detik.com.

"Kami sangat-sangat terganggu dengan adanya wabah virus corona, apa lagi pengeluaran kita tetap berjalan. Seperti harus membayar uang kontrakan outlet, cicilan mobil, serta pajak, dan gaji karyawan," kata Rizki.

Sekolah mengemudi Ar-rahmanSekolah mengemudi Ar-rahman Foto: Luthfi Anshori/detikOto

Rizki juga mengatakan, jika tidak bisa mensiasati kondisi pandemi corona sekarang, sangat mungkin akan banyak perusahaan-perusahaan yang gulung tikar alias bangkrut.

"Kalau ikuti OJK memang cicilan mobil ada ketentuannya, sekarang pimpinan kita lagi menghadap ke leasing. Untuk mengetahui bagaimana cara untuk penangguhan kreditnya. Tapi kalau tidak ada pemasukan bagaimana kita mau nyicil, kita bisa bangkrut. Jangankan setahun, sebulan saja kita bisa bangkrut. Karena kita banyak yang harus dibayar, seperti cicilan mobil, belum lagi pajak. Karena saat ini kami benar-benar nol pemasukan," ucap Rizki.

Karena minimnya pendapatan, Rizki mengatakan, manajemen sekolah mengemudi Ar-Rahman melakukan berbagai cara agar bisa bertahan di saat pandemi Corona. Mulai dari tetap membuka pendaftaran hingga gadaikan surat kendaraan dilakoni.

"Ini (virus Corona-Red) parah banget, tapi alhamdulillah kita tidak mem-PHK karyawan. Hanya saja mereka di rumah kan tapi tetap digaji. Karena kasihan banget kalau di rumah mereka ga punya uang. Akhirnya kebijakan kita saat ini, untuk bisa menanggulangi sedikit pembayaran kami 'menyekolahkan' (menggadaikan-red) 10 BPKB mobil untuk bayar ini itu," ujar Rizki.

"Selain itu kami tetap membuka pendaftaran di seluruh cabang, cabang kita saat ini ada 29 cabang. Mungkin sehari, biasanya ada 30 siswa yang mendaftar. Sedangkan untuk siswa praktek mobil bisa mencapai 2 kali lipatnya (sebelum pandemi virus corona-Red)," tutup Rizki.



Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com