Rabu, 26 Feb 2020 16:12 WIB

Irwan Wakili Indonesia Tantang Skill Sopir Truk Dunia di Jepang

Ridwan Arifin - detikOto
Adu Skill Sopir Truk UD Trucks Adu skill sopir truk. Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Tangerang -

UD Trucks Indonesia kembali menggelar uji kemampuan para sopir truk yang bertajuk UD Extra Mile Challenge di BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/2/2020). Ditemukan enam finalis yang sudah disaring sebelumnya untuk saling berkompetisi menjadi yang terbaik.

President Director PT UD Astra Motor Indonesia Valery Muyard menyebut setelah ditemukan jawara nasional, peserta akan mewakili Indonesia dikirim ke Jepang untuk ikut ajang di kancah internasional.

"Pemenang akan diikutkan ke Jepang untuk bertarung dengan negara lain, ini adalah hal yang sangat penting," ujar Valery di BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/2/2020).

Ia berharap, adanya kompetisi global ini dapat memotivasi lahirnya pengemudi cerdas yang tak hanya andal tetapi juga mampu mengemudi dengan aman dan efisien.

UD Trucks menantang sopir truk untuk adu skill. UD Trucks menantang sopir truk untuk adu skill. Foto: Ridwan Arifin/detikOto

Namun sebelum itu, para finalis akan menghadapi berbagai rintangan dengan penilaian sistem poin.

Trainer Specialist UD Truck Hadi Darwanto menyebut bahwa ada empat aspek penilaian, yakni pengecekan kondisi truk, delivery skill, driver skill, dan safety driving.

"Kita lihat buat layout later L. Startnya dari posisi parkir, dari situ sudah ada tantangan later L. Dalam truk ada muatan air (di dalam gelas kabin pengemudi-Red). Di situ kita lihat seberapa banyak air tumpah untuk lihat handling sudah benar apa belum," ungkap Trainer Specialist UD Trucks Hadi Darwanto dalam kesempatan yang sama.

Skill mengemudi di jalan yang sempit juga diujikan dalam kompetisi safety driving tingkat nasional ini. Badan kendaraan yang besar sangat mungkin menyerempet kendaraan-kendaraan di sekitarnya. Oleh karena itu, supir truk harus menguasai keahlian berkendara di jalan yang sempit, di mana tak terlalu banyak ruang untuk bergerak. Di tes ini pengemudi akan dilatih tentang kecermatan dalam mengendarai kendaraannya.

"Kemudian ada backdrop sebagai pembatas. Saat driver sudah melalui trek dan mundur, diharapkan tidak menabrak. Dinilai jarak yang paling dekat paling bagus. Kalau tabrak cone mengurangi poin," katanya.

Selain keahlian atau skill test, pengemudi akan diuji juga untuk tes kehematan dalam mengemudi atau ecodriving. Semua aspek berkaitan dengan kemampuan sopir dalam keberlangsungan bisnis perusahaan.

"Konsumsi bahan bakar kita hitung pakai data telematik. Itu data real kita lihat data penggunaan bahan bakar. Sudah kita tentukan standarnya. Kalau tidak tercapai poinnya berkurang," jelas dia.

Jawara Extra Mile Challenge

Irwan bakal terbang ke Jepang untuk tantang sopir truk sedunia. Irwan bakal terbang ke Jepang untuk tantang sopir truk dunia. Foto: Ridwan Arifin/detikOto

Irwan S. Wijaya keluar sebagai juara untuk mewakili Indonesia dan akan dikirim ke Jepang mewakili Indonesia, untuk bertarung dengan lebih dari 10 negara lain. Seperti di tahun 2018 lalu yang diikuti lebih dari 250 pengemudi yang berasal dari Jepang, Australia, Singapura, Afrika Selatan, Indonesia, Malaysia, dan Timur Tengah.

"Saya bersyukur bisa menang. Tetapi saya ikut lomba bukan karena ingin hadiah ke Jepang, tetapi agar kemampuan saya meningkat," ujarnya.



Simak Video "Viral Pemalakan Sopir Truk di Jakpus Bikin Polisi Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com