Senin, 24 Feb 2020 10:14 WIB

Truk Kelebihan Muatan Kuras Duit Rakyat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pelarangan truk memuat barang dengan kapasitas berlebih terus disosialisasikan. Hal itu membuat negara rugi tiap tahunnya untuk perbaiki jalan yang rusak. Karena menjadi penyebab jalanan rusak, truk ODOL menguras duit rakyat. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Truk dengan muatan berlebih atau biasa disebut over dimension over loading (ODOL) masih wara-wiri di jalan raya. Padahal keberadaan truk ODOL ini menguras duit rakyat.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, dampak truk ODOL tak hanya dirasakan oleh pemerintah pusat di jalan nasional. Pemerintah daerah yang memiliki wewenang membangun dan memelihara jalan kota, jalan kabupaten, dan jalan provinsi pun bakal menanggung beban yang sama karena ulah truk ODOL.

Menurut Djoko, truk ODOL akan menguras duit rakyat yang masuk dalam APBN dan APBD. "Kerusakan jalan yang begitu cepat pasti akan menguras APBN dan APBD yang sebenarnya dapat digunakan untuk program lainnya," ujarnya dalam keterangan yang diterima detikcom.

Djoko mengambil contoh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang marah kepada pengemudi truk muatan tanah yang melintas di Kampung Pasir Buah, Desa Lebakasih, Kecamatan Curugbitung. Truk dihentikan karena merusak dan mengotori jalan serta mengakibatkan jembatan Cibeureum rusak berat dan berlubang. Jembatan ini pembangunannya dibiayai APBD Kab. Lebak senilai Rp 50 miliar lebih. Akhirnya ditutup untuk diperbaiki dan tidak dapat dilewati warga untuk sementara waktu.

"Tentunya sangat mengganggu aktivitas warga, karena tidak dapat bermobilasi dengan lancar. Rangkaian berikutnya, perekonomian warga pasti terganggu, harga barang akan melonjak karena ketidaklancaran distribusi barang dan orang akibat infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak," ucap Djoko.

Menurut Djoko, kerugian yang dialami Pemkab Lebak itu pasti dialami pemerintah daerah lainnya. Apalagi, menurut data Stastitik Perhubungan 2018, distribusi angkutan barang berdasarkan moda di Indonesia terbanyak menggunakan angkutan jalan (truk) 91,25 persen. Dan fakta di lapangan sekarang masih ada masalah truk ODOL.

"Jika melintas di jalan tol, kendaraan ODOL dapat menghambat arus kendaraan serta dapat menimbulkan kecelakaan, akibat jumlah muatan yang berlebih, sehingga kecepatan tidak dapat optimal. Rata-rata tidak lebih ari 40 kilometer per jam," kata Djoko.



Simak Video "Kemenhub Bakal Potong Truk 'Obesitas' demi Keselamatan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com