Senin, 17 Feb 2020 18:19 WIB

Setelah Indonesia dan Thailand, Chevrolet Juga Cabut dari Australia

Rizki Pratama - detikOto
General Motors GM mencabut jaringan penjualannya di kawasan Asia Tenggara Foto: Reuters
Jakarta -

General Motors mengatakan akan menghentikan aktivitas bisnisnya di Australia dan Selandia Baru. Sebelumnya langkah ini juga telah dilakukan di Indonesia, sedangkan pabriknya di Thailand dijual.

Penutupan jaringan penjualan dan produksi ini membuat GM menelan kerugian sebesar USD 1,1 miliar. Langkah ini diambil untuk mempercepat GM mundur dari pasar yang dinilai sudah tidak dapat 'diselamatkan' lagi. Secara tidak langsung kini GM hanya bergantung pada penjualan mobil di AS, China, dan Amerika Latin.

Keputusan ini diambil setelah GM mengatakan bahwa akan mengatur ulang struktur operasionalnya di luar China untuk menghasilkan margin profit sebesar USD 2 miliar. Tahun ini sendiri GM cukup pesimis dengan target penjualan melihat tahun 2019 yang anjlok. Belum lagi di negara asalnya GM ditekan oleh Tesla yang terus menguat.

"Fokus pada pasar di mana kami memiliki strategi yang tepat untuk mendorong pemasukan yang kuat dan memprioritaskan investasi global yang akan mendorong pertumbuhan d mobilitas masa depan," kata CEO GM, Mary Barra seperti dilansirkan oleh Reuters.

Sekitar 600 pekerjaan akan hilang di Australia dan Selandia Baru. Sedangkan di Thailand yang memiliki fasilitas produksi diperkirakan akan kehilangan 1.500 pekerja.

Barra telah mengubah arah bisnis GM pada margin keuntungan daripada mengejar kuantitas penjualan mobil. Hal ini telah ia tegaskan sejak mengambil alih GM pada tahun 2014 dan perlahan sudah mulai mengimplementasikan targetnya tersebut dengan cara memangkas operasi penjualan di beberapa wilayah yang pasarnya tidak terlalu menguntungkan.

Sebelumnya Barra juga telah melepas Opel dan Vauxhall ke PSA pada tahun 2017. Pada tahun itu pula GM angkat kaki dari Afrika Selatan dan sekitarnya serta perlahan mundur dari Vietnam, Indonesia, India, Thailand dan terakhir adalah Australia dan Selandia Baru.



Simak Video "Chevrolet Pamit dari Indonesia, Bagaimana Nasib Penggunanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com