Minggu, 16 Feb 2020 14:25 WIB

Bikin Sirkuit Formula E, Batu Alam Monas Takkan Dirusak

Tim detikcom - detikOto
Desain Sirkuit Formula E Jakarta Sirkuit sepanjang 2.588 meter menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Foto: ist.
Jakarta -

Membuat sirkuit adalah syarat Jakarta menyelenggarakan Formula E di Monas pada 6 Juni 2020 nanti. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bertindak sebagai penyedia infrastrukturnya pun telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 344 miliar di luar jaminan bank garansi.

Uang Rp 344 miliar itu digunakan untuk mengaspal jalan, membuat barrier, dan pagar. Panjang sirkuit ini 2.588 meter, berputar searah jarum jam dan memiliki 12 tikungan (8 kanan, 4 kiri).

Sementara itu untuk kebutuhan dan kelengkapan balapan Formula E lainnya ditanggung oleh Formula E Operation (FEO). FEO akan membangun tribun penonton, paddock, dan infrastruktur teknologi informasinya.

"Untuk commitment fee-nya itu adalah yang tadi saya bilang (Rp 344 miliar). Itu nggak cuma mendapatkan hak jadi host tapi mereka pun juga melakukan konstruksi di sini kaya paddock-nya, grandstand-nya, kemudian infrastruktur IT-nya. Termasuk broadcast ke 144 negara," ujar Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto dalam Media Briefing Formula E di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Sampai saat ini perkembangan sirkuit belum sampai pada proses pengaspalan. Rencananya ada dua metode yang akan ditempuh dalam pembuatan sirkuit jalanan di Monas ini. Cara pertama adalah membongkar batu alam atau cobblestone lalu diaspal. Cara kedua memberikan lapisan di atas batu alam lalu di aspal. Lapisan aspal bisa dibongkar kembali dan batu alam kembali seperti semula.

"Itu nanti dari teknisnya tim FEO (Formula E Operation), kemungkinan ada dua cara, cobblestone diangkat sesuai standar FIA grade tiga, bisa juga overlayer (dilapisi aspal), cobblestone tetap di situ. Itu sudah dilakukan di Paris. Teknologi yang sudah maju membuat lapisan aspal sementara itu bisa segera dilepas setelah event sehingga cobble stone akan kembali seperti semula." papar Dwi.

Dwi mengatakan untuk saat ini metode pelapisan dinilai lebih besar kemungkinannya diterapkan. Melapisi cobblestone dikalkulasikan lebih hemat biaya dan waktu dibandingkan harus dibongkar.

"Dari sisi efektivitas pengerjaan, pelapisan lebih mudah dan cepat. Sementara untuk pembongkaran butuh waktu lebih lama. Saat ini pilihan kami adalah pelapisan sebagian cobble stone, tepatnya di area-area di mana jalur trek, tribun, pit, dan paddock berada," terang Dwi. Selesai digelar Formula E, lapisan aspal akan dibongkar dan batu alam akan kembali seperti semula.



Simak Video "Penjelasan Anies soal Penundaan Formula E Akibat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com