10 Fakta Menarik Soal Esemka

Rizki Pratama - detikOto
Kamis, 13 Feb 2020 19:48 WIB
esemka
Esemka Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Sejak kemunculan mobil Esemka tak pernah lepas dari kontroversi. Beberapa ada yang mengagungkan lainnya ada yang selalu sinis. Sempat dilekatkan dengan mobil anak bangsa melalui Jokowi hingga dicap menjiplak rancangan mobil China.

Bahkan setelah mobil ini resmi dipasarkan dan beraktivitas masih banyak terdengar selentingan atas keberadaan mobil ini. Terakhir mobil ini sudah digunakan beberapa instansi namun masih belum berani tampil di hadapan masayarakat Indonesia di lantai pameran.

Berikut 5 Fakta Esemka sejak pertama digandeng ke permukaan oleh Jokowi.

1. Digunakan Jokowi Pertama Kali Tahun 2012

Sejak tahun 2012 nama Esemka mulai mencuat ke permukaan apalagi saat digunakan Walikota Surakarta Joko Widodo sebagai kendaraan dinasnya, popularitas Esemka terus melambung.

Berbagai siswa-siswa SMK dilibatkan dalam proyek ini. Hingga akhirnya akhir tahun 2012, Jokowi yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada periode itu juga menyebut mobil Esemka bakal kembali menemaninya dalam beraktivitas namun sampai saat ini tidak pernah terealisasi.

Pabrik EsemkaPabrik Esemka Foto: Ragil Ajiyanto

2. Pabrik Esemka Diresmkan Jokowi

PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang diketahui memproduksi merek Esemka merilis model perdananya pada Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo turut hadir untuk meresmikan pabrik PT SMK di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.

Saat ini Esemka hanya memiliki satu pabrik yakni di kawasan Desa Demangan, Boyolali. Esemka menepis kabar memiliki pabrik di luar Boyolali, Jawa Tengah. Karena satu-satunya pabrik Esemka hanya berdiri di sana. PT SMK pun rela menggelontorkan hingga ratusan miliiar rupiah demi membangun pabrik Esemka di Indonesia itu.

"Total investasi mencapai Rp 600 miliar," kata Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya.

3. Esemka Bakal Punya 4 Model

PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) tidak hanya memiliki satu line up kendaraan Esemka. Esemka memiliki 4 Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian untuk enam jenis kendaraan roda empat.

"Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up single cabin yang diberi nama Bima - Esemka, lalu satu tipe penumpang double cabin yang diberi nama Digdaya - Esemka dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama Borneo- Esemka," tutur Menperin Airlangga Hartarto saat mendampingi Presiden Joko Widodo menyaksikan peluncuran mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

EsemkaEsemka Foto: Ragil Ajiyanto

4. Harga dan Spesifikasi Esemka Bima

Mobil Esemka dibekali mesin 1.2 L E-power 14 DOHC dengan daya maksimum setara 72 kW dan torsi maksimum 119 Nm. Kemudian, secara dimensi Esemka memiliki panjang 4.560 mm, lebar 1.645 mm, tinggi 1.890 mm serta boks ukuran 2.750 mm x 1.600 mm x 460 mm.

Mobil Esemka dijual dengan harga Rp 95 juta off the road. Ia pun yakin, mobil bisa laris mais di pasaran. Jokowi meyakini mobil ini akan laris manis di pasaran. "Saya melihat harga kompetitif, saya tanya harganya Rp 95 juta off the road. Feeling saya laku keras," sebutnya.

5. Esemka Serap 300 Pekerja

Menperin memastikan, peresmian pabrik senantiasa memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti membuka lapangan kerja baru. "Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal," ujar Airlangga Hartarto di sela mendampingi Presiden Joko Widodo pada peresmian pabrik PT SMK di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Airlangga memproyeksi industri otomotif di Indonesia ke depannya terus ekspansif seiring dengan adanya peningkatan investasi. Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di bawah Rp200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.

"Dengan harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin memiliki mobil pertama kali. Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pikap, yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung banyak muatannya, potensi lakunya tinggi," paparnya.
pabrik esemka.

6. Tujuh Pemasok Komponen Esemka

Esemka tidak berdiri sendiri menghasilkan produknya untuk pasar Indonesia. Di balik dapur produksi itu ada 7 perusahaan yang menyediakn suplay komponen pembuatan mobilnya.

Esemka Bima disebut menggunakan sasis dan tangki BBM dari PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara.

Dashboard dan roda kemudi Esemka Bima disebutkan menggunakan dari PT Usra Tampi. Dalam situs webnya perusahaan ini bergerak di bidang plastic injection moulding yang memproduksi berbagai komponen pendukung untuk kendaraan.

Pemasok radiator untuk Esemka ialah PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna. Ini merupakan perusahaan patungan antara Tokyo Radiator, Jepang dengan PT Selamat Sempurna Tbk.

Seluruh penggunaan kaca pada mobil Bima Esemka dipasok dari PT. Armada Indah Agung Glass. Tidak banyak informasi mengenai perusahaan tersebut, lokasinya berada di Magelang, Jawa Tengah.

Per daun yang digunakan Bima Esemka diketahui dari PT Indospring yang memiliki pabrik di Gresik, Jawa Timur. Beberapa perusahaan besar sudah menjadi pelanggan, dalam situs webnya tercatat mulai dari Astra Honda Motor, Daewoo, Daihatsu, General Motors, Hino, Hyundai, Isuzu, Kawasaki, Kia Motors, KYB, Nissan, Suzuki, Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, bahkan kendaraan berat seperti MAN dan UD Trucks.

Masuk ke bagian dalam jeroan Bima Esemka, disebutkan PT Esemka menggaet mitra lokal untuk blok mesin dan transmisi Bima Esemka disebut mendapat pasokan dari PT Cikarang Perkasa Manufacturing.

Bak atau kargo Bima Esemka merupakan kolaborasi dari INKA dengan ABC (Adi Budaya Cipta) Karoseri yang memproduksi di Jl. Magelang-Purworejo Km.10, Jawa Tengah. Selain itu, karoseri ini juga memproduksi jok untuk Bima Esemka. Perusahaan ini juga sudah terdaftar dalam Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo).

7. Tidak Mau Disebut Mobil Nasional

Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya menyampaikan Esemka sepenuhnya diproduksi di dalam negeri sekaligus menepis isu yang beredar di luaran selama ini. Sempat tersiar kabar mobil-mobil yang ada di pabrik Esemka Boyolali didatangkan dari China. Sesampainya di pabrik, mobil hanya dirakit saja oleh PT SMK.

Selain itu sempat juga tersiar kalau perusahaan Esemka mendapat suntikan dana dari China. Tapi hal itu semua dibantah oleh Eddy.
"Kita Esemka adalah manufaktur swasta nasional. Kita pure nasional, merah putih," kata Eddy.


8. Digunakan Pemkot Semarang dan TNI AU

Esemka sudah mulai digunakan beberapa instansi untuk berbagai kebutuhan. Mobil itu telah digunakan lembaga pemerintahan seperti Kemenhan dan TNI-AU dan Pemerintah Kota Semarang untuk sarana prasarana dari Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

Sebanyak 35 unit mobil Esemka telah dioperasikan TNI AU di skadron udara seluruh Indonesia. 5 unit Esemka berada di Lanud Halim Perdanakusuma. Sementara itu 30 lainnya disebar ke satuan-satuan skadron udara, skadron teknik dan pangkalan udara di seluruh indonesia.
Pemerintah Kota Semarang mengoperasikan dua unit mobil Esemka. Mobil itu dimodifikasi dengan tambahan power steering serta tutup pada bagian bak terbukanya. Selain itu mobil bermesin 1.300 CC itu juga dimodifikasi mendukung Bahan Bakar Gas (BBG).

9. Belum Terdaftar Sebagai Anggota Gaikindo

Hampir setiap merek otomotif di Indonesia terdaftar dalam keanggotan Gaikindo. Selain sebagai asosiasi para pelaku bisnis, Gaikindo juga melakukan transparansi performa penjualan masing-masing mereknya.
Saat ini Esemka tidak terdaftar dalam keanggotan Gaikindo. Sebelumnya memang sempat terdaftar namun sekarang sudah tak lagi menjadi anggota. Gaikindo tidak mengetahui alasan Esemka enggan bergabung lagi.

""Nggak tahu, belum daftar lagi. Tanya Esemka dong jangan tanya saya," kata kata Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara.

10. Tidak Ikut Pameran otomotif

Pameran otomotif menjadi salah satu ajang pelaku industrinya memamerkan keunggulan teknologi atau sekedar mencari konsumen baru. Esemka yang sudah resmi beroperasi anehnya masih malu-malu tampil di hadapan para pecinta otomtif Indonesia untuk berkenalan langsung.

Pameran terdekat pasca peresmian Esemka adalah Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020 yang mana seharusnya bisa jadi panggung bagi Esemka untuk mengenalkan produknya ke masyarakat luas. Namun saat peluncuran Infinite Programs IIMS 2020, di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (12/2/2020), tidak ada nama Esemka dari sekitar 20 nama APM yang dirilis oleh PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara IIMS 2020.

"Setahu saya ada dua pihak (Esemka-red), itu dua-duanya udah dikontak. 'Ya kami pelajari dulu ya' (begitu kata mereka-red)," ujar Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh.

(rip/lth)