Selasa, 04 Feb 2020 16:03 WIB

Handphone Bisa Sebabkan Kebakaran SPBU? Ini Penjelasan Pertamina

M Luthfi Andika - detikOto
PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM. Penurunan ini berlaku mulai Minggu 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat. SPBU Pertamina Foto: Antara Foto/M Agung Rajasa
Jakarta -

Antisipasi jadi satu jawaban Pertamina, menjawab mitos apakah telepon selular (handphone) bisa menjadi pemicu terjadi kebakaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Pada umumnya handphone dan peralatan sejenisnya termasuk portable electronic product (PEP) tidak didesain dan disertifikasi untuk digunakan di area Explosive Atmosphere. Penggunaan handphone dan peralatan sejenisnya termasuk portable electronic product (PEP) di area hazardous zona 1 SPBU berpotensi tinggi mengakibatkan insiden serius seperti kebakaran dan ledakan di area tersebut," ujar Vice President Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman, kepada detik.com.

Fajriyah menegaskan kalau potensi bahaya penggunaan telepon selular di SPBU adalah saat telepon selular tersebut dalam keadaan aktif.

"Potensi bahaya penggunaan handphone dan alat portable electronic product (PEP) adalah pada saat peralatan tersebut dalam mode aktif," ucap Fajriyah.

"Karena digunakan atau saat ada panggilan masuk, percikan api dari sirkuit batere dengan penutup (casing) yang didesain tidak kedap gas berpotensi menyebabkan percikan api yang berakibat kebakaran saat berada di area Explosive Atmosphere (hazardous zone)1 oleh sebab itu handphone dan PEP dilarang di area dispenser SPBU dan bongkar mobil tangki," tambah Fajriyah.

SPBU PertaminaSPBU Pertamina Foto: Antara Foto/M Agung Rajasa

Dalam penulisan detik.com sebelumnya, dalam penelitian membuktikan tidak ada kaitan antara penggunaan handphone dengan ancaman kebakaran atau ledakan.

"Larangan mengaktifkan ponsel saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU bukan karena bisa meledak seperti yang dipikirkan," kata Peneliti utama Electromagnetic Design Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, Harry Arjadi, dikutip dari halaman resmi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Kemungkinan terjadinya ledakan sangat kecil, bahkan nyaris nol. Soalnya,, radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh telepon genggam sudah tercampur dan terurai dengan komponen di udara.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com