Senin, 03 Feb 2020 18:27 WIB

Macet Terus, Desain Jakarta Bakal Diubah

M Luthfi Andika - detikOto
Macet tak melulu menghadirkan suasana penat akibat antrean kendaraan. Dalam bingkai foto, kemacetan justru terlihat indah dari balik lensa. Setuju? Desain Kota Jakarta akan diubah untuk mengurangi kemacetan yang ada (Pradita Utama/detikOto)
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) mengakui tengah mengevaluasi desain Kota Jakarta, demi mengurangi kemacetan. Berbagai langkah diambil Dishub untuk bisa mendukung rencana pemerintah daerah DKI Jakarta mewujudkan Jakarta bebas macet. Seperti mengintegrasikan moda jalan rel dengan moda jalan raya, menerapkan biaya parkir, dll.

Demikian diungkapkan Kadishub DKI Jakarta, Syafin Liputo, kepada detik.com. Syafin mengatakan saat ini Dishub tengah mengevalusi desain kota Jakarta, seperti melihat tata letak U Turn atau putar balik kendaraan.

Ilustrasi Kemacetan JakartaIlustrasi Kemacetan Jakarta Foto: Pradita Utama

"Soal desain kota Jakarta? Ini memang jadi evaluasi juga, kami dari Dinas Perhubungan tengah mengevaluasi putaran-putaran yang ada di Jakarta. Nanti secara bertahap kita melakukan penataan, memang desain kota Jakarta ke depan kita mengadopsi prinsip integrasi, antara transportasi dengan tata ruang," kata Syafin.

"Oleh sebab itu dalam prinsip ini, kita akan dorong titik-titik atau kawasan sistem transit atau angkutan umum masal. Ini akan kita kembangkan dengan pola transit Oriented Development," tambah Syafin.

Sehingga kota Jakarta, lanjut Syafin. Konsep besar kota Jakarta akan berubah. Awalnya dari Car Oriented Development menjadi transit Oriented Development.

"Desain Jakarta perombakan? Iya, karena sebelumnya kita fokus pada Car Oriented Development, Yaitu ada jalan besar, ada angkutan umum, tapi kemudian kita menciptakan parkir yang luas. Sehingga orang ditarik untuk masuk dalam kawasan itu (Jakarta), akibatnya pusat kota menjadi penuh dengan kendaraan," kata Syafin.

"Oleh sebab itu oleh pak Gubernur itu diubah dari kebijakan Car Oriented Development menjadi Transit Oriented Development, dengan 4 prioritas penananganan," tambah Syafin.

Ilustrasi Kemacetan JakartaIlustrasi Kemacetan Jakarta Foto: Rifkianto Nugroho

Syafin menjelaskan apa saja empat prioritas penanganan kemacetan ala Dishub bersama dengan pemerintah Daerah DKI Jakarta.

"Empat prioritas penanganan, diantaranya, pertama, kita harus siapkan fasilitas untuk pejalan kaki, karena ini alat transportasi yang dimiliki setiap orang bahkan semenjak lahir. Kedua, menyediakan jalur-jalur kendaraan ramah lingkungan seperti jalur sepeda yang sudah kita lakukan tahun lalu (2019)," katanya.

"Ketiga, menyiapkan yang namanya pengembangan sistem angkutan umum dengan sistem integrasi, baik MRT, LRT, dengan Transjakarta atau kendaraan umum lainnya. Sehingga penumpang bisa dengan mudah menemukan kendaraan umum. Keempat, penanganan kendaraan pribadi dengan adanya bus isentif, sehingga kendaraan yang tidak lolos uji emisi tidak boleh melintas, dan kami menyediakan bus isentif," ujar Syafin.



Simak Video "Solusi Masalah Transportasi, Pengamat: Angkot Diminta Bisa Masuk Perumahan"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com