Jumat, 24 Jan 2020 14:53 WIB

Setelah Mobil Penumpang, Bus dan Truk Susul Pakai Listrik?

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta -

Indonesia mulai memasuki tren kendaraan listrik. Sejumlah APM otomotif sudah mulai memasarkan produk mobil listriknya di Tanah Air. Pemerintah pun mendukungnya dengan menerbitkan Perpres Mobil Listrik. Sementara pemerintah daerah membantu dengan memberi insentif non fiskal untuk mobil listrik.

Jika nantinya ekosistem mobil listrik penumpang sudah mulai terbentuk, apakah segmen kendaraan komersial akan mengikuti?

Dijelaskan Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santika Wardoyo, segmen mobil niaga seperti bus dan truk beda dengan segmen mobil penumpang. Sehingga untuk penerapan EV (Electric Vehicle) masih butuh waktu lebih lama lagi.

"Kita lihat dari sudut pandang komersial. Komersial truk (dan bus-red) ini kan larinya ke mana-mana. Masalahnya Indonesia siap atau nggak? Terutama dari segi infrastruktur stasiun charging," kata Santika di Jakarta, belum lama ini.

Dengan jangkauan jarak yang lebih panjang serta membawa muatan banyak, menurut Santika saat ini sulit bagi kendaraan komersial menggunakan energi listrik untuk operasional. Beda dengan mobil penumpang yang jarang menempuh jarak jauh.

"Jangan sampai kejadian baterai habis di jalan karena nggak ada charging system di jalan," ujarnya.

Santika menambahkan, saat ini Hino masih menunggu aturan dari pemerintah, juga perkembangan infrastruktur charging station di Indonesia.

"Kebetulan saat ini pemerintah juga kan baru nggodok untuk kendaraan passenger dulu. Di situ mungkin untuk batu loncatan ke commercial vehicle," pungkasnya.

Setelah Mobil Penumpang, Bus dan Truk Susul Pakai Listrik?


Simak Video "Mobil Listrik BMW i3s, Mungil tapi Bertenaga"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com