Jumat, 24 Jan 2020 08:50 WIB

APM Tidak Bisa Cegah Munculnya Truk Obesitas

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Truk bermuatan lebih alias ODOL (Over Dimension Over Loading) masih menjadi salah satu masalah utama di jalanan Indonesia. Dengan muatan melampaui batas dan dimensi yang tidak sesuai aturan, truk ODOL acapkali menjadi penyebab kecelakaan fatal di jalan raya.

Namun Agen Pemegang Merek (APM) selaku penjual truk tidak bisa mencegah munculnya truk-truk obesitas tersebut. Sebab APM hanya menjual sasis dan mesin saja, sementara untuk pembuatan bak truk diserahkan kepada perusahaan karoseri.

"Kita mengarahkan (ke pengguna-red) iya. Kita kasih tahu bahwa nggak boleh gini, nggak boleh gitu. Tapi kan customer ke kami hanya beli sasis. Begitu di karoseri dia buat sendiri. Kita nggak tahu dan nggak bisa sanksi," kata Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santika Wardoyo, di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Selain tidak bisa mencegah kemunculan truk obesitas, menurut Santika fakta yang terjadi di lapangan terkait truk obesitas sangat mengejutkan. Karena banyak ditemui kasus truk ODOL yang tidak hanya mengubah dimensi, namun juga rangka.

"Lebih ngeri lagi kalau kita lihat di lapangan. Ada yang sasisnya didobelin supaya lebih kuat. Ban digedein. Misal kita kasih ban 1.100, sama dia diganti 1.100," lanjut Santika.

"Dan sebenarnya kalau bicara truk ODOL kembali lagi ke yang mengawasi (yaitu pemerintah-red)," terangnya lagi.

Ditambahkan Santika, dari APM sendiri selalu membuat produk-produk truk yang sesuai regulasi pemerintah.

"Kita buat produk selalu sesuai. Dan kalau ada bagian yang tidak sesuai, kan langsung dicoret pemerintah," pungkasnya.

APM Tidak Bisa Cegah Munculnya Truk Obesitas


Simak Video "Kemenhub Bakal Potong Truk 'Obesitas' demi Keselamatan!"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com