Selasa, 14 Jan 2020 18:56 WIB

Minta Tunda Berantas Truk Obesitas itu Sangat Absurd

Ridwan Arifin - detikOto
Truk obesitas Foto: pasangmata.com Truk obesitas Foto: pasangmata.com
Jakarta - Kementerian Perindustrian meminta agar program Zero Over Dimension dan Over Loading (ODOL) atau truk muatan berlebih (obesitas) untuk ditunda. Sikap ini mendapat kritikan dari Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang.

Menurut Deddy, permintaan Kemenperin terkait penundaan bebas truk ODOL pada tahun 2021 yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan tidak memiliki alasan yang mendasar.

"Penolakan surat edaran No. 21 tahun 2019 dari kemenhub dengan alasan mengganggu kinerja perekonomian adalah suatu hal yang absurd," ujar Deddy melalu keterangan resmi yang diterima detikcom, Selasa (14/1/2020).


Deddy menyatakan Kemenhub sudah menciptakan program terkait keselamatan bersama, instansi pemerintah yang lain semestinya mendukung akan program yang menyangkut keselamatan pengguna jasa jalan. Kendati peran Kemenperin bertanggung jawab atas percepatan kinerja perekonomian nasional.

"Namun apabila kita berbicara mengenai jalan tentunya keselamatan pengguna jasa jalan tetap diutamakan sesuai UU jalan dan lalu lintas terkait. Dibandingkan dengan masalah memacu laju perekonomian, masalah keselamatan di jalan tidak bisa ditawar lagi," papar Deddy.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com