Selasa, 10 Des 2019 17:49 WIB

Keluarga Kusmajadi

Dear Pemerintah, Ini Masukan Agar Traveler Bisa Keliling Indonesia Naik Mobil

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Instagram @keluarga.kusmajadi


Meski demikian, Keluarga Kusmajadi tidak kalah akal untuk bisa tetap melanjutan perjalanan menggunakan truk untuk keliling Indonesia.

"Tapi kita bukan berarti tidak bisa. Karena masih ada masjid, SPBU, ada teman, saudara, ini jadi faktor lain untuk bisa tetap mendukung perjalanan kami," ujar Abah.

Begitu juga perihal bahan bakar, Keluarga Kusmajadi menemukan fenomena unik di jalanan. Yakni disaat di SPBU bahan bakar dinyatakan habis. Ternyata hanya beberapa meter, sudah banyak pedagang bahan bakar minyak (BBM) yang menjual secara eceran.

Keluarga KusmajadiKeluarga Kusmajadi Foto: Instagram @keluarga.kusmajadi


"Kendala sendiri waktu di Sulawesi saat ingin mengisi bbm, kami-kan menggunakan solar, kalau dibandingkan dengan Dexlite ini (Solar) separuhnya (harganya-Red). Karena susah, akhirnya kita harus beli pertamina dex. Karena saat di SPBU kosong, tapi 1 meter keluar dari SPBU ada yang menjual secara eceran," katanya.

Begitu juga dengan masalah keamanan. Memang keluarga Kusmajadi merasakan Indonesia sangat aman dan masyarakatnya sangat ramah-ramah. Karena disetiap perjalanan keliling Indonesia mereka selalu disambut baik. Namun tetapo saja mereka mengalami kejadian yang membuat Keluarga Kusmajadi tidak nyaman.



"Masalah keamanan, selama perjalanan kasus keamanan itu hanya kejadian di Bulukumba. Waktu itu kami menginap di pinggir jalan depan masjid. warga datang mereka melihat ini (perjalanan Keluarga Kusmajadi-Red) unik, warga datag dengan ramah. Kenapa di situ karena warga ramah, ada air bersih," ujar Abah.

"Namun saat menunjukkan pukul 23.30 waktu setempat, tiba-tiba ada yang ketuk-ketuk pintu kami. dan marah-marah menggunakan bahasa daerah. Orang itu gedur-gedur mobil kami, saat itu kami tidak panik. Karena mobil kami seperti benteng yang memberikan keamanan. Kami tidak mengerti apa maksud dirinya mendatangi kami, namun selang beberapa lama, ada 3 orang yang mendatangi kami. Dan ternyata membujuk orang yang marah-marah tersebut untuk pergi," kata Abah Dodi.

Abah Dodi menceritakan ternyata orang yang menyambangi dirinya tengah tidak menyadarkan diri karena mabuk. Namun berkat tiga orang yang datang tersebut, orang tersebut pergi meninggalkan keluarga Kusmajadi.

"Ternyata yang datang pertama kali ke kami itu tengah mabuk. Untung ada 3 orang yang kembali mendatangi kami, dan meminta orang tersebut pergi. Akhirnya orang tersebut pergi, dan ketiga orang tersebut meminta maaf atas kejadian ini," cerita Abah Dodi.
Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com