Senin, 09 Des 2019 20:27 WIB

Tidak Cukup LRT, Pemerintah Juga Harus Bangun Transportasi Pendukung

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi LRT Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi LRT Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) di kawasan Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) akan segera dioperasikan pada tahun 2021. Hal ini tentunya menjadi kabar baik, karena makin banyak pilihan pilihan moda transportasi umum untuk masyarakat.

Namun sebelum sistem LRT benar-benar operasi, pemerintah harusnya juga memikirkan sistem transportasi umum, yang bisa menjadi armada penjemput pengguna LRT dari rumah menuju stasiun, atau sebaliknya.



"Adanya LRT menjadi kabar baik. Sebab warga yang rutin beraktivitas di Jakarta dapat menikmati transportasi umum dan tidak harus menggunakan kendaraan pribadi. Tapi untuk membantu agar ongkos transportasi lebih hemat lagi, maka pemda harus sediakan layanan transportasi umum di masing-masing daerah penyangga ibukota Jakarta," kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno, kepada detikcom, Senin (9/12/2019).

LRTLRT Foto: Agung Pambudhy


Menurut Djoko, penting bagi Pemerintah Daerah di Kawasan Bodetabek untuk mau peduli dengan menyediakan layanan rute atau trayek transportasi umum dari semua kawasan perumahan dan permukiman di daerahnya menuju stasiun LRT, juga termasuk stasiun kereta dan halte bus terdekat.



Mengapa? Karena jika calon pengguna transportasi LRT atau sejenisnya harus membawa kendaraan pribadi ke stasiun, maka itu akan menimbulkan masalah baru. Sebab pihak pengelola transportasi harus menyediakan lahan parkir yang luas.

"Saat ini saja ruang parkir di stasiun kereta selalu berkurang jumlahnya. Padahal di satu sisi pemerintah menginginkan sebanyak mungkin warga yang beraktivitas di Jakarta, akan tetapi di sisi lain harus menyediakan lahan parkir yang cukup luas," ujar Djoko. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com