Selasa, 05 Nov 2019 09:18 WIB

Menjamurnya Ojol, PR Pemerintah Perbaiki Transportasi

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi primadona baru masyarakat, terutama di kota besar seperti Jakarta. Namun pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai kemudahan ojol justru menjadi pekerjaan rumah baru bagi pemerintah terkait permasalahan sosial.

"Di satu sisi memberikan kemudahan publik mendapatkan transportasi cepat sampai tujuan," kata Djoko melalui keterangan resminya.

Djoko menyebut masalah sosial yang dimaksud adalah perilaku ojek online yang 'sembarangan' seperti parkir di pinggir jalan, naik ke atas trotoar hingga hal yang sifatnya menyangkut keselamatan seperti menggunakan telepon saat motor tengah berjalan.


Fenomena tersebut sambung Djoko juga disebabkan karena sistem transportasi di Indonesia kurang nyaman dan terintegrasi, meski berada di kota besar.

"Munculnya ojek motor menandakan kelalaian pemerintah menyediakan transportasi umum yang layak guna bagi masyarakat," kata Djoko.

Kendati ia menyoroti ada upaya pemerintah untuk menata transportasi umum sudah ada, yakni dalam RPJM Nasional 2015-2019 dan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan 2015-2019, yakni pengembangan bus rapid transit (BRT) di 34 kota besar beserta fasilitas pendukungnya. "Namun hanya berupa tulisan, belum perwujudan hingga akhir tahun 2019," tutur Djoko.



Ia juga menyoroti terkait pengawasan serta jaminan pelaksana teknis, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Tenaga Kerja hingga kini belum mengeluarkan aturan bagaimana mengatur keberadaan ojol ini.

"Hingga sekarang angka pasti jumlah pengemudi ojol hanya Tuhan dan aplikator yang tahu. Pemerintah pun tidak tahu berapa jumlah pastinya. Bagaimana pemerintah mau mengatur, membina dan mengawasi, jika jumlah angka pasti saja tidak diketahui hingga sekarang," kata Djoko.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com