Kamis, 31 Okt 2019 13:12 WIB

Tahun 2020 PLN Bikin Alat Charging Sation Dalam Negeri

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pertumbuhan kendaraan listrik harus didukung dengan infrastrukturnya juga. Dalam hal ini charging station menjadi bagian krusial terhadap keberadaan kendaraan listrik di Indonesia.

Sayangnya untuk bisa membangun satu charging station masih cukup mahal, bisa mencapai ratusan juta sampai melebihi Rp 1 miliar. Itu pun unitnya masih produk dari luar negeri sehingga Indonesia masih mengimpor untuk mendapatkannya.



"Harganya cukup mahal kalau fast charging itu sekitar Rp 800 jutaan," ungkap General Manager PT PLN Persero, Ihsan Asaad dalam seremonial pembukaan SPKLU PLN di kantor Distribusi Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat.

SPKLU PLNSPKLU PLN Foto: Rifkianto Nugroho


Supaya lebih murah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero sendiri sudah melakukan pengkajian untuk melakukan produksi charging station di dalam negeri. Rencananya proses produksi yang bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Len Industri akan dimulai pada tahun 2020.



"Memang kita lagi kerja sama dengan BPPT dan Len. Dalam waktu dekat kita akan mulai buat sendiri di Indonesia kita udah punya MOU (memorandum of understanding) dengan BPPT dan Len," tutur Ihsan.

Ia menambahkan bahwa perakitan dalam negeri itu jelas bertujuan memangkas biaya serta meningkatkan komponen dalam negeri. "Ya pasti karena bagaimana mendorong produksi dalam negeri," timpalnya.

Sementara ini PLN masih menggunakan merek luar negeri sebagai sarana medium pencatu daya kendaraan listrik. Pada tahun 2019 ini rencana PLN ada 20 SPKLU yang terpasang di mana hingga hari ini 5 di antaranya sudah beroperasi.

Simak Video "Aksi Para Srikandi PLN Menjaga Pasokan Listrik di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com