Jumat, 04 Okt 2019 16:58 WIB

Bos BUMN Ini Tersangka KPK, Total Mobilnya Rp 6 Miliar

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sejumlah direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersandung kasus korupsi. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan menyebut para bos BUMN itu pengkhianat.

"Ini kan merupakan suatu reputasi yang berat. Buat mereka yang jujur, mereka yang komit, itu merupakan sesuatu pengkhianat," kata dia di Kompleks Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (4/10/2019).



Memang dari beberapa bos BUMN yang terseret kasus korupsi, ada salah satu sosok yang memiliki mobil mewah ketimbang yang lainnya, Sofyan Basir.

Hal ini diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan yang dilaporkan pada 31 Juli 2018, sebesar Rp 119.962.588.941.

Dari angka tersebut, sebesar Rp 6.330.596.000 merupakan alat transportasi dan mesin. Lantas apa sajakah koleksi mobilnya?



Terbilang lengkap, Sofyan Basir memiliki mobil Sedan, MPV, hingga SUV mewah. Mereknya pun dari beragam pabrikan, dari Jepang sampai Eropa.

Untuk MPV, Sofyan tercatat memiliki mobil Alphard tahun 2013 dengan nilai yang ditaksir Rp 1.015.000.000, mobil ini memang menjadi pilihan bagi kalangan pejabat negara.

Tak hanya Alphard, garasi kendaraan Sofyan juga diisi mobil sejuta umat, Toyota Avanza lansiran tahun 2014, yang ditaksir Rp 115.596.000.

Untuk mobil sedan, Sofyan diketahui memiliki Honda Civic tahun 2016 yang ditaksir Rp 400 juta.



Sementara untuk mobil Eropa, Sofyan diketahui memiliki dua merek yakni BMW dan Jaguar. Untuk BMW tidak disebutkan jenis mobilnya, namun ditaksir nilainya mencapai Rp 1,8 miliar.

Sementara satu mobil mewah lainnya, Jaguar ia diketahui memilih Land Rover Range Rover, sebuah SUV mewah dari pabrikan Jaguar. Mobil ini lansiran tahun 2014, dalam LHKPN, nilai mobil ini ditaksir Rp 3 miliar.

Sofyan Basir, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada April 2019 lalu. Sofyan merupakan petinggi dari salah satu BUMN terbesar di Indonesia, PT PLN (Persero).

Sofyan ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan kasus suap proyek PLTU Riau-1. "KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dengan tersangka SFB (Sofyan Basir) diduga membantu Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com