Minggu, 29 Sep 2019 17:03 WIB

Marak Taksi Online Bikin Penumpang Bus Pindah Haluan

Luthfi Anshori - detikOto
Bus AKAS Green. Foto: Istimewa Bus AKAS Green. Foto: Istimewa
Jakarta - Perkembangan sistem transportasi berbasis aplikasi beberapa tahun belakangan ini harus diakui menggerus sistem transportasi konvensional. Selain ojek pangkalan, maraknya taksi online juga dianggap menggerus pasar bus dengan trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Hal ini diakui langsung oleh Direktur Operasional PT Hartria AKAS Green Sejahtera Aprilia D Lestari. Menurut Aprilia untuk mobilitas jarak pendek, banyak orang yang lebih memilih jasa transportasi online.

"Kalau dulu saat nggak ada taksi online, orang naik bus banyak. Sekarang transportasi umum darat dengan berbagai macam kendaraan online lumayan (menggerus pasar bus AKDP)," kata Aprilia ditemui detikcom, di Jakarta, belum lama ini.



Aprilia mencontohkan, adanya taksi online yang mau menerima orderan luar kota membuat penumpang ingin mencoba sistem transportasi ini.

"Sekarang misal mau pergi dari Malang ke Surabaya (jarak 94 km) banyak yang mau (pakai taksi online). Sementara kita ada trayek nge-line Malang-Surabaya," kata Aprilia.

"Malang-Surabaya sendiri biasanya Patas Rp 35 ribu. Terus naik taksi online, kena kasarnya Rp 200 ribu lah, tapi kan dapat 5 orang dan nyaman. Dari situ berarti kami kehilangan lima orang. Yang tadinya mereka bisa naik bus kami, malah lari ke online," terang Aprilia.

Tak hanya bus AKDP yang kena dampak, bus ekonomi yang mengecer penumpang juga ikut terkena dampak dari sistem transportasi berbasis aplikasi tersebut.

"Bumel yang ekonomi, dan penumpang bisa naik dan turun di mana saja. Sekarang semenjak ada online, orang lebih pilih online, karena dianggap lebih murah, enak, dan cepat," ujarnya.



Meski demikian, adanya sistem transportasi online tidak lantas selalu memberi dampak buruk. Bahkan, adanya sistem transportasi itu telah memicu operator angkutan umum untuk memberi layanan yang sama baik dengan sistem transportasi online.

"Salah satu cara untuk supaya tidak tergerus dengan transportasi online, kita lakukan peremajaan bus. Bus juga harus nyaman, bersih, dan sehat supaya nggak gampang mogok di jalan. Dan itu berjalan sekarang," terang Aprilia.

"Terus untuk pelayanan. Kru kami tatar lagi, supaya lebih ramah terhadap penumpang, nyetir benar, jangan ugal-ugalan, attitude dijaga. Jadi kita juga harus ada perkembangan, jangan jalan di tempat," pungkasnya.

Simak Video "Mayat di Tol Pandaan Terkuak, Ternyata Driver Taksi Online yang Dirampok"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com