Sabtu, 14 Sep 2019 07:27 WIB

Tak Masalah Jika Mobil Listrik Masih Pakai Energi dari Pembangkit Batubara

Luthfi Anshori - detikOto
Jakarta - Kalau mau totalitas, penggunaan kendaraan listrik seharusnya juga memanfaatkan energi listrik yang dihasilkan, dari proses ramah lingkungan. Tapi kenyataannya pembangkit listrik yang ada di Indonesia saat ini masih mengandalkan mesin turbin yang diputar oleh uap, hasil pembakaran batubara.

Pertanyaannya apakah mobil/motor listrik masih bisa disebut kendaraan ramah lingkungan, jika baterainya saja masih diisi dengan energi listrik, dari proses tidak ramah lingkungan dan bergelimang emisi?



"Betul pembangkit listrik (tenaga uap-Red) itu, ada emisi. Katakan dari pembakaran batubara, atau solar. Tapi itu kan bisa lebih mudah dikendalikan," terang Direktur Eksekutif KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbal) Ahmad Safrudin, di Jakarta.

Menurut Safrudin, emisi yang dihasilkan oleh power plant di Indonesia masih lebih bisa dikontrol dari pada emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

"Jadi nanti pemerintah bisa fokus untuk mengurangi emisi di power plant Suralaya, atau Indramayu, dan yang di Cirebon atau Babelan. Jadi langsung diberi arahan. Misalnya pembangkit listrik tersebut harus menerapkan teknologi penyaring debu. Ini akan jadi lebih mudah, ketimbang harus mengatur jutaan mobil dan motor. Kontrolnya lebih sulit kan," lanjutnya.



Menurut Safrudin, pemerintah bisa mudah mengontrol emisi di lingkungan pembangkit listrik. Selain itu pemerintah juga bisa langsung memberi teguran jika pengelola pembangkit listrik tersebut, belum punya alat penangkap debu, dan CEMS (Continuous Emission Monitoring System).

"Kalau punya alat itu, pemerintah bisa memantau dari kantor saja nggak harus datang ke pabrik. Jadi itu lebih mudah karena power plant hanya hitungan jari. Kalau mobil dan motor kan puluhan juta jumlahnya," pungkas Safrudin.

Simak Video "Grab Masih Pertimbangkan Mitranya Gunakan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com