Minggu, 25 Agu 2019 15:11 WIB

Laporan dari Singapura

Singapura Sudah Tanam Bougenville di Jalan sejak 10 Tahun Lalu

Luthfi Anshori - detikOto
Tanaman bougenville di jalanan Singapura. Foto: Luthfi Anshori Tanaman bougenville di jalanan Singapura. Foto: Luthfi Anshori
Singapura - Pemprov DKI Jakarta bakal menanam tidak kurang dari 100 ribu tanaman Bougenville di sepanjang Jalan Sudirman dan simpang Semanggi bagian Barat, Jakarta.

Penanaman Bougenville diharapkan bisa menekan polusi udara di DKI Jakarta. Seperti dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tanaman Bougenville punya daya serap udara yang tinggi.


Jika di Jakarta, penanaman Bougenville secara masif baru dilakukan akhir-akhir ini, ternyata di Singapura penanaman kembang warna-warni itu sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu.

"Bunga Bougenville ini sudah cukup lama ditanam di Singapura. Sekitar 10 tahun lalu, bang," ujar warga lokal Yunos bin Saimbran, saat ditanyai detikcom, Minggu (25/8/2019).

Bunga Bougenville berwarna-warni ini terlihat ditanam di sepanjang ruas Jalan Bedok, hingga menuju ke Bandar Udara Changi. Selain untuk menekan polusi dan mempercantik jalanan, Yunos mengatakan ada tujuan lain dibalik penanaman bunga itu.

"Jadi itu nanti bisa juga dibuat landing pesawat saat ada kondisi darurat. Kalau di tanam pohon-pohon besar kan nggak mungkin bisa buat pendaratan," terang Yunos.

Selain tanaman Bougenville, di Singapura juga banyak pepohonan besar di sekitar jalanan perkotaan. Pepohonan yang menjulang tinggi tersebut sangat dijaga keberadaannya oleh Pemerintah Singapura.


"Itu pepohonan kalau sampai dipotong bisa masuk mahkamah. Urusannya bisa dengan pengadilan. Karena ini pohon paling disayang sama kerajaan (pemerintah-Red). Pepohonan di kota ini juga populer di kalangan warga Singapura," ujar Yunos.

Simak Video "Data AirVisual Minggu Pagi, Udara Jakarta Tidak Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com