Beberapa tukang atau ahli dari tukang pelat nomor mengungkapkan ada beberapa alasan orang memilih jasa mereka. Pertama alasan hemat biaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelat nomor pinggir jalan Foto: Ridwan Arifin/detikOto |
Tak hanya hemat, penjual jasa lainnya menjelaskan, umumnya orang-orang yang menggunakan jasanya karena pelat nomornya hilang, jatuh di jalan, atau patah, serta untuk motor dan mobil baru yang belum turun STNK-nya.
"Ya kalo bisa sama STNK tapi kan kalau motor baru asalan nomornya. Kalau ada STNK mending sama," ujar pria salah satu penjual jasa yang ditemui wilayah yang sama.
Untuk proses pengerjaan, variatif tergantung pesanan, jika tidak begitu ramai berkisar 1 jam. Untuk banderolan biaya biasanya berkisar antara Rp 50 ribu untuk sepeda motor dan Rp 100 ribu untuk kendaraan roda empat.
Pria yang sudah tahunan ini mengatakan satu jam pelat nomor buatannya bisa dipakai. Kendati demikian, ada satu hal yang ia tidak terima untuk kerjakan, yakni menambah logo atau cetakan Korlantas.
"Nggak ada yang berani juga, dulu sih suka ada yang berani pada ketangkap," ujarnya.
(riar/lth)












































Pelat nomor pinggir jalan Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...