Rabu, 21 Agu 2019 19:59 WIB

Perluasan Ganjil-Genap Jadi Bukti Perekonomian Indonesia Baik-baik Saja

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi Foto: Pradita Utama Ilustrasi Foto: Pradita Utama
Jakarta - Perluasan kebijakan pelat nomor ganjil-genap jadi salah satu senjata utama Pemerintah DKI untuk mengatasai kemacetan di ibu kota, sekaligus menekan polusi udara di Jakarta, yang akhir-akhir ini makin meningkat.

Dilihat dari sisi pengguna mobil pribadi, kebijakan itu tentunya bukan kabar baik karena akan membatasi pergerakan mereka saat mengendarai mobil di Jakarta. Namun, di sisi lain, adanya kebijakan ganjil-genap jadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi.



"Itu semua bisa dipahami, karena sesuai dengan bagaimana pertumbuhan ekonomi di suatu daerah dan juga kehidupan sosial masyarakat di daerah tersebut. Ketika masyarakatnya naik kelas, pasti mereka bisa memiliki keinginan untuk punya kendaraan sendiri," kata Sales and Marketing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile, Alex Pan, belum lama ini.

Penerapan Ganjil GenapPenerapan Ganjil Genap Foto: Pradita Utama


Menurut Alex, diterapkannya kebijakan ganjil-genap bisa menjadi bukti bahwa ekonomi Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

"Dan semakin banyaknya kendaraan tentunya mobil akan semakin padat, dan salah satu kebijakan pemerintah mengeluarkan pelat ganjil-genap itu sangat bisa dipahami oleh kita sebagai produsen. Dengan adanya peraturan ganjil-genap ini juga mereprentasikan atau memberikan arti bahwa kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia itu telah bertumbuh ke step yang lebih baik," terang Alex.



Sebagai informasi, perluasan Ganjil-genap di sejumlah ruas jalan DKI Jakarta mulai dilakukan 9 September 2019.

Uji coba perluasan rute ganjil genap di Jakarta telah dilakukan sejak Senin (12/8). Uji coba rencananya berlangsung hingga 6 September 2019.

Berikut ruas jalan yang terkena kebijakan perluasan ganjil genap di Jakarta:

1. Jl Pintu Besar Selatan
2. Jl Gajah Mada
3. Jl Hayam Wuruk
4. Jl Majapahit
5. Jl Sisingamangaraja
6. Jl Panglima Polim
7. Jl Fatmawati (mulai simpang Jl Ketimun 1 sampai dengan simpang Jl TB Simatupang)
8. Jl Suryopranoto
9. Jl Balikpapan
10. Jl Kyai Caringin
11. Jl Tomang Raya
12. Jl Pramuka
13. Jl Salemba Raya
14. Jl Kramat Raya
15. Jl Senen Raya
16. Jl Gn Sahari dan
Segmen persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk Tol dan segmen pintu keluar Tol sampai dengan persimpangan terdekat

Ganjil-genap berlaku pada Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional. Aturan ini berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Simak Video "Curhat Netizen Soal Uji Coba Perluasan Ganjil-genap"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com