Jumat, 21 Jun 2019 17:41 WIB

Transportasi Online Tak Perlu Perang Diskon

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Transportasi online kian dibutuhkan masyarakat, namun ada kalanya operator mengeluarkan diskon yang akhirnya jadi terlihat seperti tengah perang diskon. Menurut ekonom Universitas Indonesia (UI), Harryadin Mahardika, transportasi online sudah tidak butuh diskon.

"Menurut saya tidak (ojol ditinggalkan). Karena Kemenhub sudah menetapkan tarif dasar, sudah di bawah psikologi konsumen. Dengan ketentuan tersebut, masih aman sekali. Jadi tidak perlu diskon, kalau ditambah diskon maka akan terjadi persaingan tidak sehat," ujarnya saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Jumat, (21/6/2019), Gambir, Jakarta Pusat.




Harryadin menambahkan pemerintah perlu mempertegas regulasi sehingga persaingan diskon ini lebih kondusif. Harryadin menganjurkan adanya aturan teknis terkait promosi. Perlu ada momen tertentu kapan promosi bisa ditawarkan tidak semata-mata memperluas pasar.



"Membuat aturan teknis terkait promosi. Karena promosi menjadi pintu masuk untuk menutupi perang harga. Karena untuk promosi harus ada alasan event, seperti hari besar atau hari peringatan, dan lain sebagainya. Bukan untuk menarik konsumen baru," ujar Harryadin.

(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com