Rabu, 22 Mei 2019 13:31 WIB

Potensi Kecelakaan di Tol Trans Jawa Saat Pemberlakuan Satu Arah

Ruly Kurniawan - detikOto
Bus Trans Jawa Foto: Agung Pambudhy Bus Trans Jawa Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]

Video Skenario Satu Arah di Jalan Tol Trans Jawa

Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menyarankan bahwa bila bus boleh beroperasi di jalur tol Trans Jawa sebaiknya dilakukan pengaturan waktu sistem satu arah saja. Hal tersebut diperoleh setelah menimbang potensi kecelakaannya.

"Setelah berdiskusi dengan Menhub, BPJT, Kakorlantas, dan pihak lainnya mengenai hal ini dan mereka mengaku akan mempertimbangkannya. Karena analisa dan data kami sudah jelas, dan ini berbicara tentang masyarakat yang ingin mudik naik bus. Namun mereka belum bisa memastikannya," kata Ketua Umum IPOMI Kurnia Lesani Adnan kepada detikcom di Jakarta.

"Sepertinya nanti akan diberlakukan pengaturan waktu satu arah seperti bus boleh beroperasi di malam hingga dini hari atau bagaimana. Karena tadi dipaparkan juga tentang potensi kecelakaannya," lanjut dia.

Adnan menambahkan, akan banyak yang kagok saat berkendara di tol yang sedang diterapkan satu jalur. Sebab, segala rambu-rambu akan terlihat berbeda contohnya saja rest area.

"Sehingga bila ada kendaraan besar beroperasi, potensinya akan cukup besar. Apalagi bila jalanan lancar yang kemungkinan pengendara mobil tancap gas," papar dia berdasarkan keterangan dari Kakorlantas sebelumnya.
Oleh karena itu, akan ada kemungkinan bahwa sistem satu jalur di tol Trans Jawa tidak akan 24 jam. Tetapi hal tersebut masih akan didiskusikan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan bersama Kakorlantas..

"Katanya, mereka ingin melihat kepadatan pada hari pertama pemberlakuan sistem satu jalur (one way) ini lebih dahulu. Setelah itu baru bisa diambil putusannya yakni bisa atau tidak sistem tersebut diberlakukan setengah hari atau sebagainya. Kita tunggu saja," tutup Adnan.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) meminta keringanan kepada pemerintah dalam penerapan sistem satu jalur di tol Trans Jawa. Seperti, menyediakan satu ruas khusus untuk bus kecil dan sedang.

"Kami mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah dalam hal ini Menhub dan Kakorlantas dalam kebijakan saat periode mudik 2019. Namun bagi transportasi umum darat yaitu bus akan ada kendala, yakni bagi pemudik yang mengandalkannya. Akan ada keterlambatan," ucap Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda, Adrianto Djokosoetono di acara kajian penerapan One Way pada ruas Tol Trans Jawa, Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta.

"Alasannya adalah jalur alternatif (pantura) akan digunakan banyak pemotor karena itu jalur utama mereka. Hari biasa saja sudah sangat ramai. Jadi saya meminta keringanan demi kelancaran para pemudik yang menggunakan transportasi umum via darat," kata dia lagi (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed