ADVERTISEMENT
Sabtu, 18 Mei 2019 10:41 WIB

Lebih Aman! Mulai Tahun Ini, Setiap Bus Umum Wajib Pakai Perangkat 'GPS'

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi Bus Foto: Pradita Utama Ilustrasi Bus Foto: Pradita Utama
Jakarta - Kementerian Perhubungan meminta operator bus di Indonesia membekali armadanya dengan perangkat GPS tracker. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan bus akibat kelalaian pengemudi.

"Jadi itu sudah wajib bagi seluruh bus. Sehingga tahun ini peraturan tersebut sudah berlaku," ujar Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani, di Jakarta.



Pemasangan GPS tracker jadi keharusan bagi para operator bus umum di Indonesia. Sebab jika perangkat pemantau ini tidak dipasang di bus, maka pihak Kemenhub akan menunda setiap permintaan perizinan.

"Bus wajib dilengkapi GPS tracker saat mengajukan izin. Jika belum dipasang, proses akan kami tunda sampai teman-teman pasang," terang Yani.

Sebagai informasi, GPS tracker memiliki fungsi berbeda jauh jika dibandingkan dengan GPS navigasi. GPS tracker berguna untuk memantau kondisi bus, termasuk memantau kebiasaan pengemudi saat membawa bus.

"Jadi kemanapun bus ini bergerak, kecepatannya berapa, kita bisa tahu. Teknologi ini penting untuk managemen perusahaan. Jadi mereka bisa memantau, apakah busnya benar-benar melewati trek yang dia punya atau tidak," lanjutnya lagi.



Nantinya, peraturan ini tidak hanya berlaku untuk bus umum yang memiliki trayek luar kota saja, tapi juga berlaku untuk bus-bus pariwisata.

"Dan untuk operator bus yang belum ada GPS (tracker), harus ada progres. Misalnya punya 200 unit bus, itu harus sudah ada yang dipasangi GPS secara kesinambungan," kata Yani.



Untuk biaya 'menginstal' teknologi GPS tracker sendiri menurut Yani cukup terjangkau, dengan harga kisaran Rp 2 juta. "Untuk merek GPS yang dipasang boleh apa saja, kami tidak membatasi," pungkasnya. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com