Selasa, 02 Apr 2019 16:38 WIB

Tol Trans Jawa Jadi 'Senjata' Bus Merebut Penumpang Kereta Api

Rizki Pratama - detikOto
Bus Scania untuk Trans Jawa Foto: Agung Pambudhy Bus Scania untuk Trans Jawa Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Selama ini kereta api memang menjadi pilihan transportasi yang diminati oleh para penumpang lintas provinsi di Pulau Jawa. Ongkos kereta lebih nyaman di kantong ketimbang pesawat menjadi alasan penumpang memilih kereta api.

Namun melalui adanya tol Trans Jawa yang diresmikan pada akhir tahun 2018 lalu menjadi kesempatan angkutan darat lain yaitu bus untuk merebut hati pengguna transportasi umum. Dengan waktu tempuh yang hampir sama, jasa transportasi bus bahkan menawarkan harga yang lebih murah daripada kereta.



"Naik bus lewat Trans Jawa waktu tempuhmya sudah lebih baik dengan kereta api. Tapi bus kan lebih murah," ujar General Manager of PT United Tractors Tbk, Harijadi Mawardi dalam acara Scania Trans Jawa Gathering di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2019).

Scania bersama PO yang menjalin kemitraan dengannya saat ini tengah mengkampanyekan pada masyarakat untuk menarik penumpang lebih banyak. Kampanye ini menggaungkan keamanan, kenyamanan, dan cepat dalam mobilisasi antar provinsi menggunakan bus.

"Kita kampanyekan aman nyaman dan cepat. Itu untuk pengguna, kalau untuk pengusaha lebih irit kalau pakai FMS (Fleet Management System), kerusakan dan lainnya sangat membantu," tutur Hari.



Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani yang hadir pada kesempatan itu juga memaparkan bagaimana perbandingan transportasi udara, kereta api dan bus. Dalam paparannya untuk rute Jakarta-Surabaya tarif kereta api hampir dua kali lebih mahal daripada tarif bus dengan perbedaan waktu tempuh satu jam saja.

"Untuk perbandingan antara moda saat ini di rute Jakarta-Surabaya tarif bus hanya Rp 285.000 dengan waktu tempuh 10 jam. Sedangkan kereta api dengan waktu tempuh 9 jam tarifnya Rp 470.000. Dari angka tersebut secara ekonomis naik bus jauh lebih murah," papar Yani.

Scania sendiri bersama dengan mitra PO (Perusahaan Otobus) sedang menganalisis bagaimana respons masyarakat terhadap perkembangan infrastruktur dan teknologi armada mereka. Program ini sudah diadakan sejak Februari lalu dan akan dievaluasi setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

"Program kampanye ini mulai bulan Februari sampai setelah lebaran. Nanti kita evaluasi peningkatan awareness-nya bersama PO seperti apa. Benefitnya untuk PO kita hanya men-support," pungkas Hari. (rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com