Senin, 25 Mar 2019 16:56 WIB

Mengapa Belajar Nyetir Mobil Harus Pakai Manual Dulu?

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfi Anshori/detikOto Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta - Bagi detikers yang pernah belajar nyetir mobil di sekolah mengemudi, pasti instruktur akan menyarankan untuk lebih dulu belajar mobil manual ketimbang
mobil matik. Padahal untuk saat ini mobil matik lebih cocok digunakan di kota-kota besar, dan semua produsen otomotif kini sudah mulai beralih untuk memproduksi bertransmisi matik.

Lalu mengapa instruktur lebih menyarankan belajar mobil manual lebih dulu? Tentu ada alasannya. Seperti dijelaskan instruktur sekolah mengemudi Ar'Rahman, Ega, mobil manual lebih sulit dikendarai daripada mobil matik, jadi butuh dilatih lebih dulu.



"Kelebihannya, kalau dari mobil manual belajar ke mobil matik itu akan mudah. Tapi kalau dari matik dulu baru ke manual, pasti kagok dan sulit," kata Ega, ditemui detikcom di Cipinang, Jakarta Timur, minggu lalu.

Dibanding mobil matik, instrumen di mobil manual memang lebih kompleks dan sedikit rumit bagi yang belum terbiasa. Seperti diketahui, di mobil manual ada tiga
pedal yang harus dioperasikan, yakni kopling, rem, dan gas. Sementara pada tongkat transmisi ada posisi gear netral, gigi 1, 2, 3, 4, 5, dan satu gigi mundur.

Sekolah mengemudi Foto: Luthfi Anshori/detikOto


Tidak hanya dituntut untuk memahami posisi gigi di tuas transmisi, pengemudi pemula yang masih belajar mobil manual juga harus bisa menyelaraskan antara bukaan kopling dan gas supaya mesin mobil tidak meraung atau malah mati.

Sementara pada mobil bertransmisi otomatis instrumennya lebih sederhana. Misalnya pada mobil Avanza, pedal di bawah kaki hanya ada rem dan gas. Sementara giginya otomatis 4 percepatan, dan pada tuas transmisi memakai indikator P-R-N-D3-2-L. Tinggal posisikan tuas di D3, 2, atau L, maka mobil bisa langsung digas.



"Dan jika belajar mobil manual, siswa pasti akan diajari menghadapi situasi tanjakan, karena yang penting memang di situ. Kalau langsung belajar matik, nggak diajari cara melewati tanjakan," pungkas Ega. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com