Selasa, 19 Mar 2019 15:59 WIB

Fitur dan Teknologi Truk Makin Canggih, Kok Masih Ramai Kecelakaan?

Ruly Kurniawan - detikOto
Ilustrasi kecelakaan truk Foto: Antara Foto Ilustrasi kecelakaan truk Foto: Antara Foto
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan, sebanyak 70 persen kecelakaan di jalan tol melibatkan truk. Di mana dua sampai tiga orang meninggal tiap jamnya (26.000 - 29.000 jiwa secara total).

Padahal, saat ini teknologi serta fitur di truk makin canggih. Seperti adanya cruise control, AC, hingga fitur keamanan berkendara. Menanggapi hal ini, Astra UD Truck menyatakan bahwa memang fitur yang makin canggih pada mobil truk tak selalu berbanding lurus pada pengurangan tingkat kecelakaan di jalan.



"Teknologi itu sebenarnya untuk mempermudah. Tapi banyak orang juga yang menolak itu, tergantung generasinya. Karena pelaku usaha ini beragam, multigenerasi. Ada yang generasi X, baby boomers (baru masuk bisnis), bahkan sekarang ada juga kaum millenials. Jadi mindset mereka berbeda-beda," ucap Hendro Priyo Purnomo selaku Kepala Wilayah IBB Astra UD Truck di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Selain itu, fokus pembisnis logistik juga masih pada owning cost atau menaruh perhatian penting pada harga suatu kendaraan. Bukan pada teknologi (fitur) ataupun biaya purna jualnya.

"Arah pengusaha logistik hari ini masih ke arah owning cost. Mereka mindset-nya masih priority owning cost seperti harga jual mobil berapa? Murah atau tidak. Tapi memang, sekarang ada beberapa pengusaha khususnya yang masih muda sudah melihat total cost (teknologi, fitur, dan lainnya)," ujar Hendro.



Produsen otomotif sendiri, dalam hal ini UD Truck, kata Hendro lagi, selalu mengikuti tren perkembangan truk dunia. Yang makin hari semakin canggih teknologinya.

"Kita sebagai APM sendiri selalu mengikuti arahnya pemerintah dan dunia. Contoh, sekarang di dunia semuanya (truk) minimal Euro 3. Ya kita ikuti karena bila tidak, akan jadi susah nantinya. Sedangkan aturan pemerintah, misalkan tentang B20. Kita ikuti juga. Kita terus berbenah. Tapi memang, karakter pengusaha ada yang mementingkan perubahan fitur pada kendaraan tersebut, ada juga yang tidak," paparnya.

UD Truck Kuzer RKE 150UD Truck Kuzer RKE 150 Foto: Ruly Kurniawan/detikOto



Truk Ringan Baru dari UD Truck Siap Ramaikan Jalan

Dikesempatan sama, UD Truck juga memperkenalkan kembali light-duty truck barunya yakni Kuzer RKE 150. Truk yang dijual dengan harga Rp 310 juta sampai Rp 330 jutaan (off the road) itu siap ramaikan jalanan Indonesia.

Kuzer RKE 150 di desain dengan menggabungkan mesin CRS (Common Rail System) yang merupakan sistem generasi baru dengan rancangan praktis dan lincah serta tahan lama, dikombinasikan dengan Common Rail Engine dan Engine Management System. Truk juga lebih modern, sudah ada layar MID dan juga AC.

UD Truck Kuzer RKE 150UD Truck Kuzer RKE 150 Foto: Ruly Kurniawan/detikOto


Kuzer juga berbasis komunikasi CAN (Control Area Network) yang didukung fitur-fitur canggih. Sistem pengeremannya misalkan, sudah pakai Full-Air Brake. Sehingga tingkat keamanan lebih tinggi.

"Kami juga menawarkan serangkaian pelayanan komplit seperti 24H Technical Assistance, Emergency Service, Fleet Operation Support, Kontak Layanan, hingga Pelatihan Pengemudi dan Mekanik. Kami ingin memastikan bahwa produk dan layanan inovatif yang kami tawarkan mampu menjawab segala tantangan dalam industri truk di Indonesia," tutup Hendro. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com