ADVERTISEMENT
Selasa, 29 Jan 2019 19:00 WIB

Emisi

Lebih Bahaya Mana, Asap Hitam Mesin Diesel atau Bensin?

Luthfi Anshori - detikOto
Uji emisi kendaraan Foto: Luthfi Anshori Uji emisi kendaraan Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Bus atau truk yang menggunakan mesin diesel biasanya akan mengeluarkan asap pekat berwarna hitam dari lubang pembuangan. Berbeda dengan mesin 4 tak berbahan bakar bensin yang biasanya tanpa asap di knalpot.

Jika sudah demikian, apakah berarti emisi atau gas buang yang dihasilkan mesin diesel lebih berbahaya dari emisi yang dikeluarkan mesin bensin?

Dijelaskan Kepala Bengkel Isuzu Kota Harapan Indah Aedy Damhudy, mesin diesel tetap lebih ramah lingkungan dibanding mesin bensin, kendati menghasilkan gas buang lebih pekat.



"Jadi sebenarnya konsep mesin diesel itu lebih ramah lingkungan (dibanding mesin bensin). Hanya kalau orang awam melihat pengalaman yang dulu, mesin diesel itu asapnya memang hitam," kata Aedy, kepada detikOto, di sela-sela Uji Emisi Truk Operasional TPST Bantar Gebang, di Bekasi, Senin (28/1/2019).

Menurut Aedy, antara mesin diesel dengan mesin bensin memiliki konstruksi yang berbeda. Mesin diesel tidak memakai busi, sedangkan mesin bensin pakai busi, sehingga pembakaran lebih sempurna. Di sisi lain, kedua mesin tersebut juga pakai jenis bahan bakar berbeda, yakni solar dan bensin.

"Jadi hasil polutannya pun tidak sama. Satu pakai bensin satu pakai solar. Di mesin berbahan bakar solar, meskipun mengeluarkan jelaga yang pekat. Secara polutan tingkat cemarannya lebih rendah dari mesin bensin," terang Aedy.



Dibanding mesin bensin, mesin diesel lebih bisa menghasilkan unsur nitrogen oksida (NOx) yang rendah. "Di mesin bensin memang tidak secara kasat mata bisa dilihat polutannya, tapi lebih mematikan. Karena yang keluar dari asap pembuangannya biasanya karbon monoksida, hidrokarbon, itu kandungannya lebih pekat dibanding asap gas buang diesel," lanjut Aedy.

NOx sendiri memiliki dampak destruktif terhadap lingkungan. Zat ini akan menghasilkan photo chemical, hujan asam hingga kerusakan hutan. Sementara efek sampingnya untuk manusia, bisa menimbulkan sakit mata, hidung, tenggorokan, dan pusing.

"Tapi bukan berarti mesin diesel yang punya NOx rendah tidak berbahaya ya. Asap dari mesin ini juga tetap sama bahayanya dengan asap mesin bensin, makanya perlu dilakukan uji emisi juga secara berkala. Selain itu di mesin diesel (Isuzu) sekarang ini juga sudah dapat pembaruan agar emisi lebih rendah. Misalnya saringan di sepanjang jalur gas buang ditambah, supaya asap nggak hitam dan NoX nya rendah," pungkas Aedy (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com