Senin, 28 Jan 2019 15:32 WIB

Seberapa Penting Uji Emisi di Mobil Pribadi?

Luthfi Anshori - detikOto
Hasil print out uji emisi (Foto: Luthfi Anshori) Hasil print out uji emisi (Foto: Luthfi Anshori)
Bekasi - Uji emisi atau gas buang kendaraan biasa dilakukan pada mobil atau truk yang digunakan untuk mengangkut penumpang atau barang. Uji emisi merupakan salah satu dari rangkaian Uji KIR yang dilakukan pada Taksi, Bus Penumpang, Truk Barang, maupun pikap.

Namun untuk mobil pribadi, uji emisi masih belum diwajibkan, sehingga banyak pemilik mobil yang tidak melakukan treatment ini. Padahal uji emisi penting dilakukan di setiap kendaraan ICE (Internal Combustion Engine).

"Selain untuk mengontrol standar gas buang kendaraan, untuk teknologi kendaraan seperti sekarang ini, uji emisi pada mobil digunakan untuk mengonfirmasi kinerja mesin dan output gas buang. Jadi penting sekali," ujar Kepala Bengkel Isuzu Kota Harapan Indah Aedy Damhudy, kepada detikOto, di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Senin (28/1/2019).



Menurut Aedy, uji emisi pada mobil pribadi setidaknya dilakukan setiap 6 bulan sekali. "Uji emisi ibarat medical check up pada mobil. Jadi untuk mengetahui apakah ada yang bermasalah di komponen mesin atau pembuangan," terangnya lagi.

Jika mobil tidak lolos uji emisi, maka biasanya ada masalah pada beberapa komponen mobil. Seperti saringan udara yang kotor, timing injeksi bermasalah, saringan bahan bakar kotor, atau kualitas bahan bakar yang rendah.

Biaya untuk sekali uji emisi, khusus di bengkel resmi Isuzu dibanderol sekitar Rp 250 ribuan. "Kalau di bengkel kami (Isuzu) termasuk untuk mengerjakan beberapa item. Jadi tidak selalu berdiri sendiri uji emisinya. Pasti satu paket sama perawatan berkala dan pemeriksaan mesin," lanjut Aedy.



Ditanya seberapa besar kesadaran konsumen terhadap uji emisi mobil pribadi, Aedy menjawab bahwa kesadaran konsumen masih rendah.

"Ada yang mengacuhkan, tapi ada juga segmen kustomer yang berpandangan bahwa uji emisi ini penting lho dilakukan. Jadi sudah ada beberapa kustomer yang sampai pada kesadaran seperti itu. Ada yang request uji emisi beberapa kustomer, setiap bulan itu minimal ada 3 sampai 4 konsumen yang minta uji emisi. Tapi masih sangat rendah, kisaran satu sampai dua persen dari seluruh konsumen," terang Aedy.

Menurut Aedy, tingkat kesadaran konsumen mobil soal uji emisi ini berbeda-beda. Ada yang tidak peduli, dan ada yang baru sadar ketika dikaitkan dengan kebijakan.

"Misal, mereka boleh masuk ke pelabuhan asal menjalankan rekomendasi bahwa mobil ini sudah lolos uji emisi. Contoh ini dulu sudah pernah ada di DKI Jakarta, yang mewajibkan mobil pakai sticker lolos uji emisi ketika masuk mall. Ini yang belum konsisten dilaksanakan sampai sekarang," pungkas Aedy. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed