Kamis, 24 Jan 2019 13:08 WIB

Kurangi Kontribusi Kerusakan Jalan, Isuzu Hadirkan Produk Baru

Rizki Pratama - detikOto
New Isuzu GIGA Tractor Head Foto: Rizki Pratama/detikOto New Isuzu GIGA Tractor Head Foto: Rizki Pratama/detikOto
Jakarta - Kendaraan komersial yang biasa mengangkut beban yang sangat berat memiliki andil besar dalam kerusakan jalan di Indonesia. Berdasarkan data dari Dirjen Perhubungan Darat biaya perbaikan jalan akibat truk overload mencapai angka Rp 43 triliun pada tahun 2017.

Menurut aturan pemerintah, kendaraan medium truck 2 axle memiliki maksimal GVW seberat 16 ton dan medium truck 3 axle maksimal GVW 26 ton. Akan tetapi faktanya pengguna truk sering melebihi kapasitas tersebut hingga 22 ton hingga 46 ton untuk truk 6x2.



"Kalau dibilang penyumbang terbesar (merusak jalanan-Red) pasti dari truk, rasanya semua brand di Indonesia ini berkontribusi," ujar GM Marketing Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril saat meluncurkan New Isuzu GIGA Tractor Head pada Rabu (24/1/2019) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Meskipun demikian Asril mengungkapkan overload tersebut kembali lagi kepada konsumen yang memang mengubah atau memodifikasi truk sesuai kebutuhan bisnis. Kembali lagi, namanya overload itu adalah keputusan pembeli waktu itu. Tentu ada produk yang dipakai customer dengan penambahan dimensi dan beban yg tidak sesuai," katanya.



Dengan tantangan tersebut, Isuzu mengeluarkan New Isuzu GIGA Tractor Head untuk memenuhi regulasi dan kebutuhan pelanggan mereka sekaligus. "Traktor head ini salah satu upaya untuk tetap bisa angkut beban berat. Tapi secara regulasi masuk, pembagian beban ke jalan juga rata," terang Asril.

New Isuzu GIGA Tractor HeadNew Isuzu GIGA Tractor Head Foto: Rizki Pratama/detikOto


New Isuzu GIGA Tractor Head memiliki 4 varian yang menenuhi regulasi euro 4 pada tahun 2021 mendatang untuk kendaraan diesel. 4 varian tersebut di antaranya Isuzu GIGA GXZ 60 K ABS, Isuzu GIGA GVZ 34 K HP ABS, Isuzu GIGA GVR 35 J HP ABS, dan Isuzu GIGA FVR 34 P TH.

Menghadirkan truk bergaya traktor head juga mengikuti tren pasar yang mulai bergeser dari truk rigid. "Pasarnya traktor head juga mukai pelan-pelan naik karena pemakai truk rigid mulai beralih ke traktor head karena tetap bisa angkut beban berat," pungkas Asril (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya