Jumat, 18 Jan 2019 20:25 WIB

Biaya Sekolah dan Kesehatan Mahal, Penjualan Mobil Anjlok

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Tiongkok - Bukan rahasia umum jika China saat ini, merupakan negara yang paling banyak memiliki penjualan mobil di dunia. Tapi Otolovers tahu tidak, penjualan mobil mereka di 2018 kemarin anjlok bahkan bisa dikatakan menjadi yang terparah sepanjang 20 tahun belakangan.

Dikatakan banyak faktor yang jadi penyebab, mengapa penjualan mobil di China menurun. Salah satunya akibat mahalnya biaya sekolah dan kesehatan.

Dilansir BBC, penurunan penjualan mobil di China berdampak besar pada industri otomotif roda empat. Salah satunya adalah Cadillac.

Salah satu kepala diler Cadillac di dekat Shanghai, China, Cao Chenyi mengatakan ia harus menutu lima dari 11 diler milik keluarga karena kejadian ini.

"Ada berbagai pristiwa yang jadi penyebabnya. Pada 2018 misalkan, pemerintah menghapuskan subsidi pajak atas pembelian mobil untuk menjawab krisis hutang dan kredit Tiongkok," ujarnya.


Disamping itu, ada beberapa faktor lainnya seperti biaya kesehatan dan sekolah yang mahal. Bisnis properti pun makin turun karena adanya utang nasional yang makin besar.

"Sekarang pasar properti tengah terguncang dan ini mempengaruhi banyak hal. Penjualan mobil salah satunya, karena ini sangat berkorelasi," kata Ekonom Andy Xie.

"Sebab ketika orang membeli properti, tampaknya mereka dapat membeli mobil pada saat yang bersamaan. Jadi ketika pasar properti tidak membaik, permintaan mobil turun. Pengajuan pinjaman pun makin sulit sekarang," lanjutnya.


Pernyataan berbeda keluar dari Sun (40 tahun) yang merasa biaya kesehatan dan pendidikan cenderung meningkat karena adanya pristiwa ini.

"Perawatan medis dan pendidikan sangat menguras dompet. Terlebih karena adanya 'krisis' ini. Jadi kita harus menghemat uang," ujarnya.

Penurunan penjualan mobil di China ini sangat buruk bahkan dikatakan, ini pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Banyak produsen otomotif yang berhati-hati dengan keadaan China saat ini khususnya untuk memasarkan produknya.

Seperti Geely, Ford, Jaguar Land Rover, Toyota, hingga Cadillac.

Pejualan mobil di China turun hingga 13 persen tahun lalu, dan terus menurun secara berturut-turut selama 6 bulan. Tercatat, penjualan mobil di negeri otomotif tersebsar tersebut hanya sebanyak 28,1 juta. Turun 2,8 persen dari tahun sebelumnya.


CAAM mempredikasi tren pelemahan itu akan bertahan dan memperkirakan penjualan di 2019 akan sama seperti tahun sebelumnya yakni sebanyak 28,1 juta kendaraan, sementara pemerintah dan industri lainnya melihat pertumbuhan 0-2 persen. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed